Bitcoin

Bitcoin (BTC)

$82,917.00 ▼-5.65%
Ethereum

Ethereum (ETH)

$2,749.88 ▼-6.09%
Tether

Tether (USDT)

$1.00 ▼-0.01%
BNB

BNB (BNB)

$839.64 ▼-5.81%
XRP

XRP (XRP)

$1.77 ▼-5.39%
USDC

USDC (USDC)

$1.00 ▲0.01%
Solana

Solana (SOL)

$116.59 ▼-5.05%
TRON

TRON (TRX)

$0.29 ▼-1.82%
Lido Staked Ether

Lido Staked Ether (STETH)

$2,751.35 ▼-5.99%
Dogecoin

Dogecoin (DOGE)

$0.12 ▼-4.74%

Cara Membatalkan Transaksi BRIVA BRI: 5 Langkah Cepat & Terbukti Berhasil

Di era digital yang serba cepat seperti sekarang, kemudahan transaksi perbankan menjadi kebutuhan mutlak bagi setiap orang. Salah satu metode pembayaran yang paling populer dan...

Keuangan

Di era digital yang serba cepat seperti sekarang, kemudahan transaksi perbankan menjadi kebutuhan mutlak bagi setiap orang. Salah satu metode pembayaran yang paling populer dan sering digunakan oleh nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah BRIVA atau BRI Virtual Account. Metode ini menawarkan kecepatan dan kepraktisan karena sistem akan memverifikasi pembayaran secara otomatis tanpa perlu mengirim bukti transfer manual. Namun, kepraktisan ini terkadang menghadirkan tantangan tersendiri. Pernahkah kamu mengalami situasi di mana kamu tidak sengaja melakukan pembayaran ke nomor BRIVA yang salah? Atau mungkin, kamu berubah pikiran setelah melakukan pemesanan dan ingin tahu bagaimana Cara Membatalkan Transaksi BRIVA BRI yang sudah terlanjur diproses?

Situasi seperti ini tentu bisa membuat siapa saja panik, terutama jika nominal uang yang ditransfer cukup besar. Rasa cemas akan kehilangan uang adalah hal yang wajar. Namun, penting untuk dipahami bahwa dalam dunia perbankan digital, setiap masalah selalu memiliki prosedur penyelesaiannya masing-masing. Mengetahui langkah yang tepat sejak awal adalah kunci untuk menyelamatkan dana kamu. Banyak nasabah yang bingung harus berbuat apa, apakah langsung lapor polisi, datang ke bank, atau menghubungi penjual. Ketidaktahuan ini sering kali membuat proses penanganan menjadi terlambat.

Artikel ini hadir sebagai panduan komprehensif untuk membantu kamu memahami seluk-beluk pembatalan transaksi BRIVA. Kami akan mengupas tuntas mulai dari mekanisme dasar BRIVA, kondisi apa saja yang memungkinkan pembatalan, hingga langkah-langkah teknis yang harus kamu tempuh untuk mendapatkan danamu kembali. Tidak perlu bingung lagi mencari informasi yang simpang siur, karena di sini kami menyajikan data akurat dan prosedur resmi yang sesuai dengan standar Bank BRI. Mari kita pelajari bersama solusi terbaik untuk masalah transaksi kamu.

Apa Itu BRIVA dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Sebelum kita masuk ke pembahasan teknis mengenai Cara Membatalkan Transaksi BRIVA BRI, ada baiknya kamu memahami terlebih dahulu apa itu BRIVA dan bagaimana sistem ini bekerja di balik layar. Pemahaman ini sangat krusial agar kamu tahu posisi danamu saat ini dan mengapa pembatalan tidak selalu bisa dilakukan semudah menekan tombol “undo”.

BRIVA adalah singkatan dari BRI Virtual Account. Secara sederhana, ini adalah nomor rekening buatan (virtual) yang diberikan oleh bank kepada pelanggan suatu perusahaan atau merchant untuk tujuan pembayaran tagihan. Berbeda dengan rekening biasa yang statis (nomornya tetap selamanya), nomor BRIVA sering kali unik untuk setiap transaksi atau setiap pelanggan. Ketika kamu melakukan pembayaran ke nomor BRIVA, sistem bank akan langsung mengenali bahwa uang tersebut adalah untuk pembayaran tagihan spesifik milikmu. Inilah sebabnya mengapa konfirmasi pembayaran BRIVA terjadi secara real-time atau seketika.

Cara kerjanya adalah sebagai berikut: Ketika kamu berbelanja di marketplace atau ingin membayar uang kuliah, sistem merchant akan generate (menghasilkan) kode unik BRIVA. Saat kamu memasukkan kode ini di ATM atau aplikasi BRImo dan menyelesaikan pembayaran, uang akan langsung berpindah dari rekeningmu ke rekening penampungan merchant tersebut. Sistem komputer kemudian secara otomatis mencocokkan nominal dan nomor referensi, lalu menandai tagihanmu sebagai “Lunas”.

Karena sifatnya yang real-time dan otomatis, uang yang sudah terkirim melalui BRIVA dianggap sebagai transaksi yang sah dan final oleh sistem perbankan. Tidak ada jeda waktu tunda seperti pada sistem kliring lama. Begitu status transaksi “Berhasil” atau “Success” muncul di layar HP atau ATM kamu, uang tersebut secara teknis sudah bukan lagi berada di penguasaan Bank BRI, melainkan sudah masuk ke sistem penerima (merchant). Memahami konsep “perpindahan dana instan” ini adalah dasar utama dalam menelaah Cara Membatalkan Transaksi BRIVA BRI. Kamu tidak sedang berhadapan dengan transaksi yang “menggantung”, melainkan transaksi yang sudah “selesai”. Oleh karena itu, istilah “membatalkan” sering kali lebih tepat disebut sebagai proses pengajuan pengembalian dana atau refund.

Kapan Transaksi BRIVA Bisa Dibatalkan?

Banyak nasabah yang bertanya-tanya, apakah semua jenis kesalahan transaksi BRIVA bisa dibatalkan? Jawabannya adalah: tergantung kondisinya. Tidak semua transaksi bisa serta-merta dibatalkan, namun ada celah dan prosedur tertentu di mana kamu masih bisa menyelamatkan danamu. Mengetahui Cara Membatalkan Transaksi BRIVA BRI berarti kamu harus bisa mengidentifikasi di skenario mana posisimu saat ini berada.

Secara umum, ada dua kondisi utama terkait status transaksi BRIVA:

Pertama, Transaksi Belum Dibayar (Status Pending).

Ini adalah kondisi yang paling aman dan paling mudah. Jika kamu baru saja mendapatkan kode pembayaran BRIVA (misalnya dari toko online) namun belum melakukan transfer atau pembayaran di ATM/BRImo, maka kamu tidak perlu melakukan apa-apa untuk membatalkannya. Kebanyakan kode BRIVA memiliki batas waktu kadaluwarsa (expired), biasanya berkisar antara 2 jam hingga 24 jam. Jika kamu mendiamkan kode tersebut dan tidak membayar hingga batas waktunya habis, maka transaksi akan batal secara otomatis. Dalam konteks ini, Cara Membatalkan Transaksi BRIVA BRI hanyalah dengan tidak melanjutkan pembayaran.

Kedua, Transaksi Sudah Berhasil (Status Success).

Ini adalah kondisi yang lebih rumit dan menjadi fokus utama artikel ini. Jika kamu sudah memasukkan PIN dan mendapatkan bukti transaksi berhasil, uang sudah berpindah. Pada tahap ini, pembatalan sistem sudah tidak mungkin dilakukan oleh nasabah secara mandiri. Kamu memerlukan intervensi dari pihak bank atau pihak penerima dana (merchant).

Beberapa skenario umum di mana nasabah ingin membatalkan transaksi yang sudah berhasil antara lain:

  • Salah Input Nominal: Kamu seharusnya membayar Rp100.000 tapi terketik Rp1.000.000 (meski sistem BRIVA biasanya fixed amount atau nominal tetap, ada jenis BRIVA open payment yang membolehkan nasabah mengisi nominal sendiri).

  • Double Payment: Kamu merasa transaksi pertama gagal karena sinyal buruk, lalu mengulang transaksi. Ternyata, kedua transaksi tersebut berhasil masuk sehingga kamu membayar dua kali untuk satu tagihan.

  • Indikasi Penipuan: Kamu menyadari bahwa merchant atau penjual yang kamu bayar ternyata penipu setelah uang terkirim.

  • Salah Nomor VA: Kamu salah memasukkan satu digit nomor BRIVA dan ternyata nomor tersebut valid milik orang atau tagihan lain.

Dalam kasus-kasus di atas, Cara Membatalkan Transaksi BRIVA BRI melibatkan proses pelaporan, investigasi, dan mediasi. Bank BRI tidak bisa memotong saldo rekening orang lain (penerima) tanpa persetujuan pemilik rekening tersebut atau tanpa dasar hukum yang kuat. Oleh karena itu, proses ini membutuhkan langkah-langkah prosedural yang harus kamu ikuti dengan tertib.

Langkah Lengkap Cara Membatalkan Transaksi BRIVA BRI

Jika kamu sudah memastikan bahwa uangmu benar-benar terpotong dan transaksi berstatus berhasil, jangan panik berlebihan. Kepanikan hanya akan membuatmu gegabah dan rawan terkena modus penipuan lanjutan yang mengatasnamakan bantuan bank. Tarik napas dalam-dalam, dan ikuti panduan Cara Membatalkan Transaksi BRIVA BRI berikut ini secara berurutan.

1. Cek Mutasi dan Status Transaksi

Langkah pertama dan paling mendasar dalam Cara Membatalkan Transaksi BRIVA BRI adalah memastikan status transaksi tersebut valid. Jangan hanya mengandalkan ingatan atau notifikasi sekilas. Kamu wajib memeriksa mutasi rekening secara detail.

Buka aplikasi BRImo kamu, lalu masuk ke menu “Mutasi”. Lihat riwayat transaksi terakhir. Perhatikan dengan seksama kode transaksi, nama penerima, nominal, dan waktu transaksi. Pastikan statusnya memang “Berhasil” dan saldo kamu sudah berkurang. Terkadang, karena gangguan jaringan, notifikasi bisa saja delay atau error, padahal transaksi sebenarnya gagal (saldo kembali).

Jika statusnya “Pending” atau “Gagal” namun saldo berkurang, ini biasanya adalah masalah suspect di mana dana menggantung. Untuk kasus ini, pengembalian dana biasanya lebih mudah dan otomatis terjadi dalam 1×24 jam. Namun, jika status jelas “Berhasil” ke nomor BRIVA tujuan, berarti uang sudah diterima pihak lawan. Tangkapan layar (screenshot) bukti mutasi ini adalah “senjata” utama kamu. Jangan sampai hilang. Simpan bukti ini di galeri ponselmu karena akan diminta saat proses pelaporan.

2. Catat Informasi Transaksi Secara Lengkap

Sebelum menghubungi pihak bank, persiapkan “amunisi” data dirimu. Sering kali nasabah gagal mendapatkan solusi cepat karena mereka tergagap atau bingung saat ditanya detail transaksi oleh Customer Service. Dalam prosedur Cara Membatalkan Transaksi BRIVA BRI, kelengkapan data mempercepat proses verifikasi.

Siapkan selembar kertas atau catatan di HP, dan tuliskan poin-poin berikut:

  • Nomor Rekening Pengirim: Nomor rekening BRI kamu.

  • Nomor BRIVA Tujuan: Nomor Virtual Account yang kamu bayar (biasanya terdiri dari kode perusahaan + nomor pelanggan/HP).

  • Nama Merchant/Penerima: Nama yang muncul saat kamu melakukan konfirmasi pembayaran.

  • Nominal Transaksi: Jumlah uang persis yang terpotong.

  • Waktu Transaksi: Tanggal dan jam menit detil kejadian (misal: 20 Januari 2026, pukul 14.30 WIB).

  • Nomor Referensi/Jurnal: Kode unik transaksi yang tertera di bukti transfer/struk.

Dengan data yang lengkap ini, kamu akan terdengar lebih meyakinkan dan profesional saat mengajukan komplain. Petugas bank akan melihat bahwa kamu adalah nasabah yang terorganisir dan memiliki bukti kuat, sehingga laporanmu akan diproses dengan lebih efisien.

3. Hubungi Call Center BRI

Langkah krusial berikutnya dalam Cara Membatalkan Transaksi BRIVA BRI adalah membuat laporan resmi. Kanal tercepat dan paling disarankan adalah menghubungi Call Center BRI. Jangan mencari nomor telepon di Google sembarangan karena banyak nomor palsu penipuan.

Gunakan kontak resmi berikut ini:

  • Call Center: 1500017 atau 14017.

  • WhatsApp Sabrina (Chat Only): 0812-12-14017 (Pastikan ada centang hijau verified).

Saat terhubung dengan petugas Customer Service (CS), sampaikan kronologi dengan tenang. Gunakan kalimat seperti:

“Saya ingin melaporkan kesalahan transaksi BRIVA dan ingin mengajukan permohonan koreksi/pembatalan. Transaksi terjadi pada tanggal sekian, jam sekian, dengan nominal sekian ke nomor BRIVA sekian.”

Jika kamu menghubungi lewat telepon, siapkan pulsa yang cukup karena ini bukan layanan bebas pulsa (kecuali kamu menggunakan fitur “Bebas Pulsa” di aplikasi BRImo melalui menu Pusat Bantuan). Petugas akan memverifikasi data dirimu untuk memastikan kamu adalah pemilik rekening yang sah. Setelah itu, mereka akan membuatkan Nomor Tiket Pelaporan (Ticket ID). Catat nomor tiket ini baik-baik! Ini adalah bukti bahwa kamu sudah menempuh prosedur Cara Membatalkan Transaksi BRIVA BRI secara resmi. Nomor tiket ini juga berguna untuk memantau perkembangan kasusmu di kemudian hari.

Penting untuk diingat: Jika transaksi tersebut adalah pembayaran ke merchant (seperti Tokopedia, Shopee, atau tiket.com), CS BRI mungkin akan menyarankanmu untuk menghubungi merchant terkait terlebih dahulu. Ini karena dana sudah masuk ke “dompet” merchant, dan merekalah yang memiliki otoritas untuk membatalkan pesanan dan mengembalikan dana (refund). Namun, tetaplah minta agar laporan tercatat di sistem BRI sebagai langkah antisipasi.

4. Datang ke Kantor Cabang BRI (Jika Diminta)

Dalam beberapa kasus yang kompleks, misalnya dugaan penipuan atau nominal yang sangat besar, pelaporan via telepon mungkin belum cukup. Kamu mungkin akan diminta untuk datang ke kantor cabang BRI terdekat. Ini adalah tahapan lanjutan dari Cara Membatalkan Transaksi BRIVA BRI yang memerlukan verifikasi fisik.

Jika harus ke bank, pastikan kamu membawa dokumen berikut:

  • Buku Tabungan asli.

  • Kartu ATM asli.

  • KTP asli (sesuai nama di rekening).

  • Bukti transfer (struk ATM fisik atau hasil cetak screenshot BRImo).

  • Surat Kronologis (opsional, tapi sangat membantu: tulis tangan cerita kejadian di atas kertas bermaterai jika diminta).

Bertemu langsung dengan Customer Service di kantor cabang memiliki kelebihan tersendiri. Kamu bisa menjelaskan situasi dengan lebih leluasa dan petugas bisa langsung melihat bukti-bukti di HP kamu. Petugas cabang akan membantu meneruskan laporan ke kantor pusat atau divisi terkait. Mereka juga bisa membantu mediasi dengan pihak penerima jika sesama rekening BRI. Ingat, bersikaplah sopan namun tegas. Emosi yang meledak-ledak tidak akan mempercepat proses, malah bisa menghambat komunikasi.

5. Tunggu Proses Investigasi dari Pihak BRI

Setelah laporan dibuat, baik via telepon maupun di kantor cabang, langkah terakhir dalam Cara Membatalkan Transaksi BRIVA BRI adalah menunggu. Ini adalah bagian yang paling menguji kesabaran. Bank membutuhkan waktu untuk melakukan investigasi dan koordinasi.

Berapa lama prosesnya? Standar Layanan (SLA) untuk penyelesaian pengaduan transaksi biasanya berkisar antara 14 hingga 20 hari kerja, tergantung kompleksitas masalah. Mengapa lama? Karena bank harus memverifikasi bahwa klaim kamu benar, mengecek log sistem, dan jika melibatkan pengembalian dana dari pihak ketiga, bank harus menghubungi pihak tersebut untuk meminta izin pendebetan balik (reversal).

Selama masa tunggu ini, kamu bisa secara berkala mengecek status laporanmu melalui aplikasi BRImo di menu “Pusat Bantuan” > “Pengaduan Saya”, atau menelepon kembali Call Center dengan menyebutkan Nomor Tiket Pelaporan yang sudah kamu catat tadi. Jangan ragu untuk melakukan follow-up jika sudah melewati batas waktu yang dijanjikan namun belum ada kabar. Usaha yang gigih adalah bagian penting dari Cara Membatalkan Transaksi BRIVA BRI hingga tuntas.

Apakah Transaksi BRIVA Bisa Langsung Refund Otomatis?

Pertanyaan ini sering muncul di benak nasabah yang sedang panik. Harapannya, sistem bisa langsung mengembalikan uang detik itu juga. Namun, realitanya tidak sesederhana itu. Dalam konteks Cara Membatalkan Transaksi BRIVA BRI, mekanisme refund otomatis sangat jarang terjadi untuk kasus kesalahan pengguna (user error).

Sistem perbankan dirancang untuk mengamankan transaksi. Jika setiap orang bisa membatalkan transaksi sesuka hati secara instan, maka akan terjadi kekacauan di mana orang membayar barang lalu menarik kembali uangnya setelah barang diterima. Oleh karena itu, fitur “Cancel” instan tidak tersedia di menu riwayat transaksi.

Namun, ada pengecualian. Refund otomatis bisa terjadi jika kesalahan ada pada sistem jaringan (network failure). Contohnya, saat kamu transfer, saldomu terpotong, tapi koneksi putus di tengah jalan dan uang tidak pernah sampai ke penerima (status menggantung). Dalam kasus ini, sistem rekonsiliasi bank (biasanya berjalan di malam hari atau H+1) akan mendeteksi selisih tersebut dan secara otomatis mengembalikan dana ke rekeningmu. Jika ini yang terjadi, kamu cukup menunggu 1×24 jam.

Tapi, jika uang sudah sukses masuk ke merchant, maka proses Cara Membatalkan Transaksi BRIVA BRI sepenuhnya bergantung pada kebijakan merchant tersebut. Misalnya, kamu salah bayar ke BRIVA Tokopedia untuk top up saldo. Uang itu sudah jadi saldo Tokopedia. Maka, kamu harus mengajukan penarikan dana dari Tokopedia ke rekeningmu, bukan minta BRI membatalkannya. Jadi, pahami dulu di mana uangmu berada: masih di “pipa” saluran bank (bisa auto-refund) atau sudah di “kolam” penerima (harus manual refund).

Tips Agar Tidak Salah Transaksi BRIVA Lagi

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Proses mengurus pengembalian dana memakan waktu, tenaga, dan pikiran. Setelah mengetahui rumitnya Cara Membatalkan Transaksi BRIVA BRI, ada baiknya kamu menerapkan kebiasaan transaksi yang lebih aman agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Berikut adalah beberapa tips jitu untukmu:

  1. Manfaatkan Fitur Copy-Paste: Jangan pernah mengetik nomor BRIVA secara manual jika memungkinkan untuk disalin (copy). Kesalahan pengetikan satu digit saja bisa berakibat fatal. Salin nomor dari aplikasi belanja, lalu tempel (paste) di aplikasi BRImo.

  2. Cek Nama Penerima Dua Kali: Ini adalah benteng pertahanan terakhirmu. Setelah memasukkan nomor BRIVA, sistem akan memunculkan nama penerima dan nominal tagihan. JANGAN buru-buru menekan “Lanjut” atau memasukkan PIN. Berhentilah sejenak selama 3 detik. Baca nama yang tertera. Apakah sesuai dengan tujuanmu? Jika namanya asing atau berbeda, segera batalkan.

  3. Simpan Nomor Langganan di Daftar Favorit: Jika kamu sering membayar tagihan tertentu (misalnya listrik, internet, atau uang sekolah anak), simpan nomor BRIVA tersebut ke dalam fitur “Daftar Transfer” atau “Favorit” di BRImo. Dengan begitu, kamu tidak perlu mengetik ulang setiap bulan, mengurangi risiko salah ketik.

  4. Hindari Transaksi Saat Mengantuk atau Terburu-buru: Kesalahan paling sering terjadi saat manusia kehilangan fokus. Hindari melakukan transaksi keuangan penting saat kamu sedang sangat lelah, baru bangun tidur, atau sedang tergesa-gesa menyetir. Fokus adalah kunci keamanan.

  5. Waspada Modus Penipuan: Selalu verifikasi kebenaran instruksi pembayaran. Jangan mudah percaya jika ada orang tak dikenal yang memintamu mentransfer ke nomor BRIVA tertentu dengan iming-iming hadiah. Ingat, Cara Membatalkan Transaksi BRIVA BRI karena penipuan jauh lebih sulit karena uangnya sering kali langsung ditarik tunai oleh pelaku.

FAQ

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan oleh nasabah terkait Cara Membatalkan Transaksi BRIVA BRI dan solusinya.

1. Apakah uang saya pasti kembali jika saya salah transfer BRIVA?

Tidak ada jaminan 100% uang kembali, terutama jika penerima dana tidak kooperatif atau uang sudah digunakan. Namun, Bank BRI akan berupaya maksimal untuk memediasi. Jika penerima adalah perusahaan (merchant) yang valid, peluang uang kembali (refund) jauh lebih besar dibandingkan jika penerima adalah perorangan yang tidak dikenal.

2. Berapa biaya untuk membatalkan transaksi BRIVA?

Proses pelaporan ke Bank BRI umumnya tidak dikenakan biaya administrasi khusus. Namun, kamu mungkin keluar biaya pulsa telepon saat menghubungi Call Center. Jika menggunakan aplikasi BRImo menu Pusat Bantuan, kamu bisa menggunakan layanan bebas pulsa.

3. Bisakah saya membatalkan transaksi BRIVA lewat mesin ATM?

Tidak bisa. Mesin ATM hanya alat untuk melakukan transaksi, bukan untuk membatalkan. Kamu tidak akan menemukan tombol “Batal Transaksi” untuk transaksi yang sudah lewat di menu ATM. Pelaporan harus dilakukan melalui Call Center atau Kantor Cabang.

4. Apa yang harus dilakukan jika Call Center sibuk?

Jika layanan telepon 1500017 sedang padat, gunakan alternatif lain yaitu asisten virtual Sabrina via WhatsApp di 0812-12-14017 atau fitur “Pusat Bantuan” di aplikasi BRImo. Fitur di aplikasi biasanya lebih cepat karena kamu mengisi formulir pengaduan secara mandiri (self-service).

5. Bagaimana jika saya menjadi korban penipuan lewat BRIVA?

Segera lapor ke BRI untuk memblokir rekening tujuan (jika sesama BRI) dan buat Laporan Polisi. Surat Laporan Kepolisian ini nantinya diserahkan ke bank sebagai dasar hukum agar bank bisa menahan dana di rekening pelaku (jika masih ada) dan memproses pengembalian dana kepadamu.

Kesimpulan

Mengalami kesalahan transaksi memang pengalaman yang tidak menyenangkan dan bisa membuat stres. Namun, dengan memahami Cara Membatalkan Transaksi BRIVA BRI yang benar, kamu memiliki peta jalan yang jelas untuk memperjuangkan hakmu. Kuncinya adalah ketenangan dan kecepatan dalam bertindak.

Ingatlah bahwa BRIVA adalah sistem pembayaran otomatis. Begitu tombol “Bayar” ditekan dan PIN dimasukkan, uang bergerak secepat kilat. Proses pembatalan bukanlah membalikkan waktu, melainkan sebuah proses administratif untuk meminta uang tersebut dikembalikan. Prosedur ini melibatkan pengecekan mutasi, pelaporan ke Call Center 1500017, hingga kemungkinan kunjungan ke kantor cabang.

Jadikan pengalaman ini sebagai pelajaran berharga untuk lebih teliti di kemudian hari. Selalu biasakan mengecek ulang nama penerima dan nominal sebelum melakukan konfirmasi akhir. Teknologi diciptakan untuk memudahkan kita, namun kendali keamanan tetap berada di tangan kita sendiri sebagai pengguna. Semoga panduan Cara Membatalkan Transaksi BRIVA BRI ini bermanfaat dan dapat membantumu menyelesaikan kendala transaksi dengan lancar. Tetap waspada, tetap teliti, dan bijaklah dalam bertransaksi digital!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *