Nov 20, 2018

Kiat Menghindari Ditolaknya Pinjaman Melalui Aplikasi

Mengajukan pinjaman melalui aplikasi smartphone memang sangat mudah, namun bukan berarti bisa disetujui begitu saja. Butuh kiat untuk menghindari ditolaknya pinjaman melalui aplikasi ini.

Mencari dana tambahan untuk kebutuhan mendesak memang tak mudah. Satu-satunya cara adalah melalui pinjaman online yang kini bisa diajukan lewat aplikasi smartphone. Mengapa? Karena aplikasi pinjaman online menawarkan proses yang cepat dan mudah. Meskipun begitu, bisa saja setelah mengajukan pinjaman malah ditolak. Berikut kiat menghindari ditolaknya pinjaman melalui aplikasi yang patut Anda perhatikan.

Perhatikan Usia Anda

Pada beberapa aplikasi pinjaman online, usia merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi calon peminjam. Menurut pasal 330 KUHPer yang belum cukup umur (dewasa) adalah mereka yang belum mencapai umur genap 21 (dua puluh satu) tahun dan belum kawin sebelumnya. Maka berdasarkan pasal tersebut, dapat diartikan bahwa hanya orang yang berumur 21 atau belum berumur 21 namun telah menikah, yang dianggap telah dewasa secara perdata dan dapat mengadakan perjanjian termasuk perjanjian kredit atau pinjaman. Jadi kalau usia Anda kurang dari 21 tahun, sudah dipastikan aplikasi pinjaman langsung tertolak.

Kejelasan Dokumen

Pada pinjaman melalui aplikasi smartphone, Anda pasti akan diminta untuk mengunggah beberapa dokumen seperti KTP. Nah, pastikan foto KTP Anda dapat terbaca dengan jelas, tidak buram, tidak gelap ataupun tidak silau akibat terkena pantulan sinar blitz kamera.

Di Luar Area Layanan

Meskipun pinjaman melalui aplikasi smartphone dapat dilakukan di mana saja, tapi bukan berarti Anda dapat mengajukan pinjaman melalui aplikasi ini di luar daerah layanan mereka. Pastikan dahulu, apakah daerah Anda termasuk ke dalam area layanan pinjaman online ini. Jika tidak, maka secara otomatis pengajuan pinjaman Anda ditolak sistem.

Perbedaan Nama Di KTP Dengan Rekening

Sebagai perusahaan finansial, tentunya mereka bekerja sama dengan beberapa Lembaga lain seperti bank, apalagi jika pencairan dananya langsung ditransfer ke rekening. Oleh karena itu, pastikan nama yang tertera di KTP sudah sesuai dengan nama yang ada di rekening tabungan Anda. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa Anda adalah orang yang sama yang mengajukan pinjaman dan menerima dana pinjaman.

Sulit Dihubungi

Setelah Anda mengajukan pinjaman lewat aplikasi smartphone, maka penyedia jasa pinjaman akan memverifikasi data-data yang Anda berikan melalui telepon atau email. Maka dari itu, pastikan nomor yang Anda tulis di formulir sudah benar. Jangan sampai Anda salah memasukkan nomor telepon. Selain itu, juga usahakan agar nomor telepon Anda dapat dihubungi. Sikap Anda yang kooperatif ini akan mempercepat proses pencairan pinjaman.

Jika semua hal di atas sudah Anda lakukan dengan benar, maka sangat besar kemungkinan kalau pengajuan pinjaman Anda akan diterima. Maka dari itu, perhatikan dengan baik kiat menghindari ditolaknya pinjaman melalui aplikasi ini. Selamat Mencoba!

Nov 20, 2018
Hubungi Kami
Jika kamu punya pertanyaan lain, kamu dapat menghubungi kami,
kami akan membantumu!
Tetap terhubung dengan kami
Untuk pertanyaan umum
Hubungi Kami
Alamat perusahaan
PT Kas Wagon Indonesia
Oleos 2 Building, Jl. Kebagusan I Kav. 6,
Jakarta Selatan, 12520
Jam Kerja
09:00 WIB - 18:00 WIB
Senin - Minggu
Aplikasi seluler Cashwagon
  1. Layanan Pinjam Meminjam Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Pinjaman dengan Penerima Pinjaman, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.
  2. Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Pinjaman. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.
  3. Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna (“Pemanfaatan Data”) pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, Batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, Batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.
  4. Pemberi Pinjaman yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pinjam meminjam, disarankan untuk tidak menggunakan layanan ini.
  5. Penerima Pinjaman harus mempertimbangkan tingkat bunga pinjaman dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi pinjaman.
  6. Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.
  7. Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Pinjaman atau Penerima Pinjaman.
  8. Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Pinjaman maupun Penerima Pinjaman (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara dengan Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman.
  9. Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Penyelenggara, Pemberi Pinjaman, dan/atau Penerima Pinjaman wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Penyelenggara sehingga Penyelenggara wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut di atas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
PT. Kas Wagon Indonesia (Cashwagon) adalah Penyedia Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi, resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta telah mendapatkan Sertifikasi ISO : 27001 (Sistem Manajemen Keamanan Informasi) Full scope dari British Standards Institutions (BSI), sehingga pelayanan kami telah memenuhi standar dari lembaga yang telah dikenal secara internasional untuk keamanan informasi.