Sep 12, 2018

Ini Alasan AndaTidak Boleh Terlambat Membayar Pinjaman

Sebaiknya lakukan pembayaran pinjaman pada saat tanggal jatuh tempo atau sebelum tanggal jatuh tempo, untuk menghindari denda keterlambatan.

Maraknya tawaran pinjaman online membuat banyak orang tergiur. Kemudahan yang ditawarkan membuat Anda lupa akan kemampuan untuk mengelola keuangannya dengan baik, sehingga pinjaman yang awalnya ditujukan sebagai solusi keuangan untuk kebutuhan mendesak Anda, berubah menjadi boomerang bagi aliran keuangan Anda sendiri.

Ketika berbicara mengenai pinjaman, maka selain manfaatnya, Anda juga harus ingat sejumlah biaya yang juga diterapkan di dalamnya. Hal ini adalah salah satu poin penting yang patut dipertimbangkan karena akan berpotensi membebani keuangan. Selain biaya bunga, maka denda keterlambatan pembayaran adalah salah satu biaya yang terbilang berat di dalam pembayaran sebuah pinjaman. Meski sebenarnya biaya bisa dihindari, jika Anda memiliki disiplin yang tinggi dalam melakukan pembayaran tagihannya.

Denda keterlambatan pembayaran adalah sejumlah biaya yang dikenakan oleh pihak peminjam, baik itu bank atau lembaga keuangan non bank seperti perusahaan fintech kepada peminjam (borrower) akibat adanya keterlambatan pembayaran yang dilakukan oleh si peminam. Artinya, denda ini timbul akibat kelalaian si peminjam dalam membayar tagihan pinjaman tersebut.

Tanggal jatuh tempo sendiri berarti menunjukkan batas pembayaran tagihan. Pada pinjaman online, tanggal jatuh tempo ini bervariasi tergantung pada lamanya pinjaman (tenor). Biasanya durasi lama pinjaman (tenor) pada pinjaman online itu paling sedikit 10 sampai 40 hari sejak mengajukan pinjaman. Ketentuan ini biasanya diinformasikan peminjam dalam perjanjian pinjaman yang dikirim ke alamat email Anda, dengan rincian tanggal jatuh tempo pinjaman dan kapan Anda perlu melakukan pelunasan pinjaman.

Jika Anda tidak membayar sepeser pun, maka Anda akan dikenakan biaya keterlambatan. Adapun besarnya biaya keterlambatan bervariasi tergantung pada lembaga peminjam. Namun biasanya, kisaran biaya denda keterlambatan itu sebesar 2% – 6% per hari dari pokok pinjaman. Itupun di luar bunga harian yang telah berjalan sampai dengan tanggal jatuh tempo.

Maka dari itu, lakukan pembayaran sebelum jatuh tempo, bukan tepat waktu jatuh tempo untuk menghindari denda keterlambatan. Membayar tagihan pinjaman pada saat-saat terakhir akan sangat berisiko dan membuat Anda tidak tenang, terutama jika Anda juga memiliki sejumlah kesibukan sepanjang hari. Untuk itu, selalu hindari membayar tagihan tepat pada tanggal jatuh temponya.

Denda keterlambatan bukanlah sebuah komponen tetap/wajib di dalam sebuah pinjaman. Denda keterlambatan dikenakan sebagai bentuk konsekuensi atas kelalaian Anda dalam melakukan pembayaran. Artinya, denda ini bisa dihindari dan tidak perlu terjadi jika Anda selalu disiplin dalam membayar tagihan.

Jumlah denda yang terbilang cukup besar tersebut tentu membuat Anda berpikir ulang dalam melakukan pembayaran tagihan. Makanya, Anda harus mulai berdisiplin dalam membayar semua tagihan, termasuk pembayaran tagihan pinjaman. Jika Anda terbiasa dan terjadwal dalam melakukan berbagai pembayaran dengan tepat waktu, maka hal ini bukanlah masalah yang patut untuk Anda cemaskan bukan?

Sep 12, 2018
Hubungi Kami
Jika kamu punya pertanyaan lain, kamu dapat menghubungi kami,
kami akan membantumu!
Tetap terhubung dengan kami
Untuk pertanyaan umum
Hubungi Kami
Alamat perusahaan
PT Kas Wagon Indonesia
Oleos 2 Building, Jl. Kebagusan I Kav. 6,
Jakarta Selatan, 12520
Jam Kerja
09:00 WIB - 18:00 WIB
Senin - Minggu
Aplikasi seluler Cashwagon
  1. Layanan Pinjam Meminjam Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Pinjaman dengan Penerima Pinjaman, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.
  2. Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Pinjaman. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.
  3. Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna (“Pemanfaatan Data”) pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, Batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, Batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.
  4. Pemberi Pinjaman yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pinjam meminjam, disarankan untuk tidak menggunakan layanan ini.
  5. Penerima Pinjaman harus mempertimbangkan tingkat bunga pinjaman dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi pinjaman.
  6. Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.
  7. Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Pinjaman atau Penerima Pinjaman.
  8. Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Pinjaman maupun Penerima Pinjaman (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara dengan Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman.
  9. Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Penyelenggara, Pemberi Pinjaman, dan/atau Penerima Pinjaman wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Penyelenggara sehingga Penyelenggara wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut di atas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
PT. Kas Wagon Indonesia (Cashwagon) adalah Penyedia Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi, resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta telah mendapatkan Sertifikasi ISO : 27001 (Sistem Manajemen Keamanan Informasi) Full scope dari British Standards Institutions (BSI), sehingga pelayanan kami telah memenuhi standar dari lembaga yang telah dikenal secara internasional untuk keamanan informasi.