Jun 05, 2018

Hal yang Perlu Kamu Lakukan Ketika Butuh Pinjaman

Punya kebutuhan mendesak dan tak ada alternatif lain mendapatkan dana cepat? Satu-satunya cara adalah mengajukan pinjaman. Apalagi saat ini banyak lembaga keuangan yang menawarkan solusi pinjaman cepat.

Dibalik kemudahan mengajukan pinjaman, baik pada bank atau lembaga keuangan lainnya, kamu harus mencari tahu segala macam kebutuhan yang saat itu juga kamu butuhkan. Jangan sampai kamu kalap melakukan tindakan yang sebenarnya tidak perlu dilakukan, seperti mengajukan pinjaman yang berlebihan dari dana yang dibutuhkan, tujuan yang melenceng dari tujuan awal, dan sebagainya. Hal ini tentu akan menambah beban kamu kelak ketika kamu harus mengembalikan pinjaman.

Apalagi saat ini begitu banyak jenis produk keuangan yang gencar dipromosikan, baik secara terang-terangan oleh pihak bank maupun iklan pinjaman online dari lembaga keuangan lainnya. Ada baiknya, kamu memperhatikan hal-hal berikut ini sebelum memutuskan untuk mengajukan pinjaman.

Inilah beberapa cara yang bisa Anda lakukan pada saat butuh pinjaman dana sebagai salah satu pilihan yang tepat.

1. Tujuan Meminjam yang Harus Jelas

Sebelum kamu memutuskan mengajukan pinjaman, sebaiknya diketahui lebih dulu tujuan peminjamannya. Usahakan meminjam untuk hal-hal yang prioritas seperti biaya pendidikan, biaya berobat, kebutuhan sehari-hari, dan kebutuhan mendesak lainnya.

2. Jumlah Dana yang Dibutuhkan

Besar pinjaman yang diajukan, sebaiknya sesuai dengan dana yang kamu butuhkan. Jangan mengajukan pinjaman yang melebihi kemampuan kamu melunasinya. Setidaknya biaya angsurannya tidak melebihi 30-40% dari gaji yang diterima tiap bulan. Itu artinya, kamu harus menyesuaikan jumlah cicilan tiap bulan berdasarkan penghasilan serta pemenuhan kebutuhan sehari-harimu.

3. Jangka Waktu yang Sesuai Kemampuan

Jika kamu mampu melunasi pinjaman dalam jangka waktu pendek, maka sebaiknya jangan mengambil tenor yang lebih lama meski jumlah cicilannya lebih kecil. Karena semakin lama jangka waktu yang diambil untuk melunasi utang, maka beban bunga yang diberikan juga semakin tinggi.

4. Cara Pembayaran

Hal terakhir yang harus kamu pertimbangkan adalah cara pembayarannya. Saat ini banyak bank dan lembaga keuangan lain yang menyediakan pembayaran cicilan dengan mudah, baik melalui transfer atau debit langsung dari tabunganmu. Pilih cara pembayaran yang kiranya cocok dengan mobiltas kamu.

Selain mengajukan pinjaman ke bank, kamu juga bisa memilih alternatif pinjaman dari lembaga keuangan lain seperti perusahaan finansial teknologi bisa berwujud skema Peer to Peer Lending (P2P Lending) atau pinjaman online biasa. Biasanya, persyaratan mendapatkan pinjaman online lebih ringan, misalnya, mensyaratkan slip gaji saja atau kepemilikan kartu kredit, atau nomer KTP saja.

Jun 05, 2018
Hubungi Kami
Jika kamu punya pertanyaan lain, kamu dapat menghubungi kami,
kami akan membantumu!
Tetap terhubung dengan kami
Untuk pertanyaan umum
Hubungi Kami
Alamat perusahaan
PT Kas Wagon Indonesia
Oleos 2 Building, Jl. Kebagusan I Kav. 6,
Jakarta Selatan, 12520
Jam Kerja
09:00 WIB - 18:00 WIB
Senin - Minggu
Aplikasi seluler Cashwagon
  1. Layanan Pinjam Meminjam Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Pinjaman dengan Penerima Pinjaman, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.
  2. Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Pinjaman. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.
  3. Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna (“Pemanfaatan Data”) pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, Batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, Batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.
  4. Pemberi Pinjaman yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pinjam meminjam, disarankan untuk tidak menggunakan layanan ini.
  5. Penerima Pinjaman harus mempertimbangkan tingkat bunga pinjaman dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi pinjaman.
  6. Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.
  7. Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Pinjaman atau Penerima Pinjaman.
  8. Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Pinjaman maupun Penerima Pinjaman (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara dengan Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman.
  9. Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Penyelenggara, Pemberi Pinjaman, dan/atau Penerima Pinjaman wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Penyelenggara sehingga Penyelenggara wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut di atas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
PT. Kas Wagon Indonesia (Cashwagon) adalah Penyedia Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi, resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta telah mendapatkan Sertifikasi ISO : 27001 (Sistem Manajemen Keamanan Informasi) Full scope dari British Standards Institutions (BSI), sehingga pelayanan kami telah memenuhi standar dari lembaga yang telah dikenal secara internasional untuk keamanan informasi.