Nov 02, 2018

Alasan Bunga Fintech Lebih Tinggi Dari Bank

Fintech memang memberi kemudahan dalam mendapatkan pinjaman. Tapi dibalik itu, ada bunga tinggi yang harus dibayarkan si peminjam. Apa alasan bunga fintech lebih tinggi dari bank?

Kehadiran perusahaan finansial seperti Fintech menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan dana tambahan cepat, sekaligus momok menakutkan karena bunga pinjaman yang dinilai lebih tinggi dari bank.

Padahal untuk urusan bunga pinjaman, setiap perusahaan fintech sudah memiliki aturan yang transparan untuk menentukan besarannya. Di mana besaran bunga pinjaman Fintech harus memperhitungkan nominal hingga jangka waktu pinjaman.

Bunga fintech lebih tinggi dari bank

Saat ini, bunga pinjaman dari fintech rata-rata sebesar 19-22% per tahun. Bunga ini diklaim lebih tinggi dari bunga bank yang hanya 18-21% per tahun. Selisih sekitar 1% ini dinilai tak sebanding dengan risiko yang dihadapi fintech. Ya, risiko fintech sebagai perusahaan layanan jasa pinjaman memang dinilai lebih tinggi dari bank. Adapun alasan bunga fintech lebih tinggi dari bank adalah sebagai berikut:

  1. Fintech memberikan akses bagi konsumen yang tidak bisa melakukan pinjaman melalui Lembaga keuangan seperti bank sehingga penetapan bunga tinggi dilakukan untuk menghindari hilangnya uang yang dipinjamkan.
  2. Konsumen fintech merupakan konsumen yang bisa meminjam uang tanpa syarat (unreserved) seperti perbankan sehingga bunga tinggi diterapkan dalam layanan ini.
  3. Bunga tinggi dilakukan sebagai biaya pencadangan untuk mengurangi risiko kredit karena bagaimanapun juga perusahaan fintech harus menjaga pengembalian yang lancer pada investor meski terjadi penunggakan pinjaman oleh si peminjam.
  4. Belum semua perusahaan fintech memiliki asuransi kredit sehingga bila terjadi kerugian, perusahaan fintech harus menanggunyanya sendiri. Apalagi pinjaman fintech itu umumnya bersifat tanpa jaminan (unsecured).

Keunggulan Fintech dari Bank

Meski memiliki bunga yang relatif tinggi dari bank, tapi keberadaan fintech tetap digemari oleh masyarakat Indonesia. Hal ini dikarenakan kemudahan dan cepatnya proses pinjaman yang ditawarkan Fintech.

Selain itu, untuk menjaga kepercayaan masyarakat lebih tinggi lagi, perusahaan fintech juga dituntut untuk lebih transparan kepada konsumennya. Bagi pemilik modal atau investor, transparansi membuat mereka merasa aman dan percaya dengan uang yang telah diberikan kepada peminjam. Sedangkan bagi peminjam, transparansi membuat mereka lebih memahami risiko-risiko yang timbul kemudian.

Transparansi ini menjadi pilihan bagi pemodal dan peminjam sebelum mereka melakukan transaksi sebagai pemberi pinjaman dan peminjam di platform P2P Lending. Risiko-risiko yang timbul di kemudian hari diperlihatkan oleh perusahaan fintech agar masing-masing pihak menerima resiko yang ada. Sehingga, tak ada lagi alasan bunga fintech lebih tinggi dari bank!

Nov 02, 2018
Hubungi Kami
Jika kamu punya pertanyaan lain, kamu dapat menghubungi kami,
kami akan membantumu!
Tetap terhubung dengan kami
Untuk pertanyaan umum
Hubungi Kami
Alamat perusahaan
PT Kas Wagon Indonesia
Oleos 2 Building, Jl. Kebagusan I Kav. 6,
Jakarta Selatan, 12520
Jam Kerja
09:00 WIB - 18:00 WIB
Senin - Minggu
Aplikasi seluler Cashwagon
  1. Layanan Pinjam Meminjam Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Pinjaman dengan Penerima Pinjaman, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.
  2. Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Pinjaman. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.
  3. Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna (“Pemanfaatan Data”) pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, Batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, Batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.
  4. Pemberi Pinjaman yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pinjam meminjam, disarankan untuk tidak menggunakan layanan ini.
  5. Penerima Pinjaman harus mempertimbangkan tingkat bunga pinjaman dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi pinjaman.
  6. Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.
  7. Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Pinjaman atau Penerima Pinjaman.
  8. Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Pinjaman maupun Penerima Pinjaman (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara dengan Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman.
  9. Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Penyelenggara, Pemberi Pinjaman, dan/atau Penerima Pinjaman wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Penyelenggara sehingga Penyelenggara wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut di atas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
PT. Kas Wagon Indonesia (Cashwagon) adalah Penyedia Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi, resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta telah mendapatkan Sertifikasi ISO : 27001 (Sistem Manajemen Keamanan Informasi) Full scope dari British Standards Institutions (BSI), sehingga pelayanan kami telah memenuhi standar dari lembaga yang telah dikenal secara internasional untuk keamanan informasi.