May 24, 2018

Butuh Pinjaman, Tapi Punya Kredit Bermasalah?

Jika pernah memiliki sejarah dengan kredit yang bermasalah, tentunya kamu akan sulit mendapatkan pinjaman bank karena raport BI Checkingmu berwarna merah. BI Checking merupakan alat utama bank dalam menyeleksi pengajuan pinjaman.

Pernah punya pengalaman sulit mendapat pinjaman bank? Coba cek sejarah pinjamanmu, jangan-jangan dulu pernah bermasalah. Biasanya, bank akan sulit meloloskan permintaan pinjaman untuk mereka yang punya masalah dengan kredit alias kredit macet. Nah, reputasi kredit calon peminjam ini terungkap dalam Sistem Informasi Debitur (SID) Bank Indonesia atau yang biasa disebut dengan istilah BI Checking. BI Checking yang bermasalah, menunjukkan reputasi kredit yang kurang baik.

Bank sebagai penyedia pinjaman atau lender memiliki kewajiban untuk menghitung risiko dari setiap pinjaman yang dikucurkan pada seorang debitur. Bila seorang calon debitur dinilai memiliki kemampuan untuk membayar tagihan, bank akan dengan suka hati memberikan pinjaman. Sebaliknya, bila seseorang dinilai tidak memiliki kemampuan membayar cicilan, bank tidak akan pernah mau ambil risiko memberikan pinjaman.

Lantas, bagaimana memperbaiki sejarah kredit yang buruk?

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk memperbaiki raport BI Checkingmu yang merah. Salah satunya, memperbaiki reputasi kreditmu. Hal ini dilakukan agar peringkat atau ranking kredit kamu naik ke posisi aman, sehingga kamu dapat dipercaya mendapatkan pinjaman bank lagi.

Reputasi kredit yang buruk mengindikasikan BI checking yang bermasalah. Ini berarti, kamu memiliki masalah pinjaman yang belum selesai. Supaya kamu bisa mengajukan pinjaman lagi, maka mau tak mau kamu harus menyelesaikan masalahmu di pinjaman lama.

Misalnya, kamu terlanjur punya utang kartu kredit yang menumpuk. Akan lebih tepat bila kamu selesaikan dahulu utang tersebut, misalnya dengan cara menjual aset likuid seperti emas atau aset lain yang berharga untuk melunasi utang atau kreditmu.

Namun bila kamu tidak memiliki aset yang memadai untuk menyelesaikan utang tersebut, kamu bisa mencoba untuk mengajukan negosiasi ke bank. Misalnya, kamu minta opsi refinancing pinjaman, minta perpanjangan jangka waktu cicilan atau minta keringanan beban pembayaran bunga pinjaman, atau opsi penyelesaian utang lain. Intinya, utang lamamu wajib diselesaikan terlebih dahulu sebelum mengajukan pinjaman yang lain.

Dengan membenahi performa utang masa lalumu, maka akan sangat memungkinkan kalau reputasi kreditmu perlahan membaik. Jika demikian, maka membuka peluang bank untuk menyetujui pinjaman kamu selanjutnya.

May 24, 2018
Hubungi Kami
Jika kamu punya pertanyaan lain, kamu dapat menghubungi kami,
kami akan membantumu!
Tetap terhubung dengan kami
Untuk pertanyaan umum
Hubungi Kami
Alamat perusahaan
PT Kas Wagon Indonesia
Oleos 2 Building, Jl. Kebagusan I Kav. 6,
Jakarta Selatan, 12520
Jam Kerja
09:00 WIB - 18:00 WIB
Senin - Minggu
Aplikasi seluler Cashwagon
  1. Layanan Pinjam Meminjam Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Pinjaman dengan Penerima Pinjaman, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.
  2. Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Pinjaman. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.
  3. Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna (“Pemanfaatan Data”) pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, Batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, Batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.
  4. Pemberi Pinjaman yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pinjam meminjam, disarankan untuk tidak menggunakan layanan ini.
  5. Penerima Pinjaman harus mempertimbangkan tingkat bunga pinjaman dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi pinjaman.
  6. Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.
  7. Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Pinjaman atau Penerima Pinjaman.
  8. Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Pinjaman maupun Penerima Pinjaman (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara dengan Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman.
  9. Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Penyelenggara, Pemberi Pinjaman, dan/atau Penerima Pinjaman wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Penyelenggara sehingga Penyelenggara wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut di atas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
PT. Kas Wagon Indonesia (Cashwagon) adalah Penyedia Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi, resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta telah mendapatkan Sertifikasi ISO : 27001 (Sistem Manajemen Keamanan Informasi) Full scope dari British Standards Institutions (BSI), sehingga pelayanan kami telah memenuhi standar dari lembaga yang telah dikenal secara internasional untuk keamanan informasi.