Oct 07, 2019

Lakukan Langkah Ini Jika Aplikasi Pinjaman Anda Ditolak

Saat ini proses pengajuan pinjaman sangatlah mudah dan bisa dilakukan melalui online. Meskipun begitu, kemudahan ini bukanlah jaminan kalau aplikasi pinjaman Anda akan disetujui. Tahukah Anda, setiap aplikasi pinjaman akan menjalani proses analisa kredit. Proses inilah yang nantinya akan menentukan apakah aplikasi pinjaman Anda disetujui atau ditolak.

Lantas bagaimana jika aplikasi pinjaman Anda ditolak? Tenang, gak usah panik. Lakukan langkah ini jika aplikasi pinjaman Anda ditolak.

1. Cari tahu penyebab ditolaknya aplikasi pinjaman Anda

Ada banyak alasan yang mendasari bank untuk menolak aplikasi pinjaman Anda. Oleh karena itu, Anda bisa mulai berbenah diri untuk mengetahui apa penyebab aplikasi pinjaman Anda ditolak bank.

Bank menolak aplikasi pinjaman dikarenakan beberapa hal, di antaranya Anda memiliki riwayat kredit buruk, gaji terlalu kecil, reputasi perusahaan tempat Anda bekerja buruk, persyaratan tidak lengkap, status kepegawaian tidak jelas, dan jaminan yang diajukan tidak layak. Cari tahu, apakah Anda masuk dalam kriteria tersebut atau tidak.

2. Perbaiki riwayat BI Checking Anda

Setiap pengajuan pinjaman di bank pasti melalui proses analisisi, salah satunya melalui pengecekan BI Checking. Bank akan mengecek skor kredit Anda, apakah sebelumnya Anda pernah memiliki riwayat kredit macet atau tidak. Jika ya, ini menjadi alasan bank tidak menyetujui aplikasi pinjaman online.

Solusinya, perbaiki riwayat kredit terdahulu Anda dengan cara melunasinya. Jika riwayat kredit Anda sudah membaik, bawa surat klarifikasi dari tempat Anda berutang yang menunjukkan bahwa Anda telah menuntaskan kewajiban kredit Anda sebelumnya.

3. Cek kembali dokumen persyaratan yang diminta

Karena tergesa-gesa, terkadang ada dokumen persyaratan yang tidak dilengkapi. Oleh karena itu, setelah menerima penolakan dari bank, ada baiknya Anda untuk mengecek kembali dokumen persyaratan yang diajukan.

Pastikan seluruh dokumen persyaratan sudah dilengkapi sesuai ketentuan bank. Jangan lupa perhatikan masa berlaku dokumennya. Karena, dokumen-dokumen tersebut nanti akan digunakan bank sebagai validasi ketika Anda mengajukan kredit. Apabila dokumennya tidak lengkap, maka besar kemungkinan bank akan menolak pengajuan pinjaman Anda.

4. Kurangi pengeluaran Anda

Pengeluaran yang berlebihan bisa menjadi penyebab bank menolak pengajuan pinjaman Anda. Oleh karena itu, sebelum mengajukan pinjaman ke bank sebaiknya Anda menghitung rasio kredit dari gaji Anda. Bank menetapkan rasio kredit tidak lebih dari 30%. Artinya, batas pengeluran Anda adalah 30% dari gaji setiap bulannya.

Ketika pengeluaran Anda melewati batas tersebut, maka kemungkinan pengajuan pinjaman Anda akan sangat kecil disetujui. Hal ini dikarenakan bank meragukan kemampuan membayar Anda terhadap cicilan pinjaman kredit yang Anda ajukan.

Mengevaluasi kembali hal-hal yang menjadi penyebab pinjaman ditolak membuat Anda lebih memahami cara mengelola keuangan menjadi lebih baik lagi. Jangan terburu-buru untuk mengajukan pinjaman ke bank lain sebelum Anda benar-benar memenuhi semua persayaratan bank.
Asal Anda sudah melakukan langkah-langkah seperti yang disebutkan di atas, maka saat Anda akan mengajukan pinjaman kembali, Anda tidak perlu khawatir pengajuan akan ditolak lagi.

Oct 07, 2019
Hubungi Kami
Jika kamu punya pertanyaan lain, kamu dapat menghubungi kami,
kami akan membantumu!
Tetap terhubung dengan kami
Untuk pertanyaan umum
Hubungi Kami
Alamat perusahaan
PT Kas Wagon Indonesia
Oleos 2 Building, Jl. Kebagusan I Kav. 6,
Jakarta Selatan, 12520
Jam Kerja
09:00 WIB - 18:00 WIB
Senin - Minggu
Aplikasi seluler Cashwagon
  1. Layanan Pinjam Meminjam Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Pinjaman dengan Penerima Pinjaman, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.
  2. Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Pinjaman. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.
  3. Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna (“Pemanfaatan Data”) pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, Batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, Batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.
  4. Pemberi Pinjaman yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pinjam meminjam, disarankan untuk tidak menggunakan layanan ini.
  5. Penerima Pinjaman harus mempertimbangkan tingkat bunga pinjaman dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi pinjaman.
  6. Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.
  7. Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Pinjaman atau Penerima Pinjaman.
  8. Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Pinjaman maupun Penerima Pinjaman (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara dengan Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman.
  9. Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Penyelenggara, Pemberi Pinjaman, dan/atau Penerima Pinjaman wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Penyelenggara sehingga Penyelenggara wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut di atas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
PT. Kas Wagon Indonesia (Cashwagon) adalah Penyedia Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi, resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta telah mendapatkan Sertifikasi ISO : 27001 (Sistem Manajemen Keamanan Informasi) Full scope dari British Standards Institutions (BSI), sehingga pelayanan kami telah memenuhi standar dari lembaga yang telah dikenal secara internasional untuk keamanan informasi.