Alasan Bunga Fintech Lebih Tinggi Dari Bank

Reasons for Fintech Interest Higher than Banks

Fintech memang memberi kemudahan dalam mendapatkan pinjaman. Tapi dibalik itu, ada bunga tinggi yang harus dibayarkan si peminjam. Apa alasan bunga fintech lebih tinggi dari bank?

Kehadiran perusahaan finansial seperti Fintech menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan dana tambahan cepat, sekaligus momok menakutkan karena bunga pinjaman yang dinilai lebih tinggi dari bank.

Padahal untuk urusan bunga pinjaman, setiap perusahaan fintech sudah memiliki aturan yang transparan untuk menentukan besarannya. Di mana besaran bunga pinjaman Fintech harus memperhitungkan nominal hingga jangka waktu pinjaman.

Bunga fintech lebih tinggi dari bank

Saat ini, bunga pinjaman dari fintech rata-rata sebesar 19-22% per tahun. Bunga ini diklaim lebih tinggi dari bunga bank yang hanya 18-21% per tahun. Selisih sekitar 1% ini dinilai tak sebanding dengan risiko yang dihadapi fintech. Ya, risiko fintech sebagai perusahaan layanan jasa pinjaman memang dinilai lebih tinggi dari bank. Adapun alasan bunga fintech lebih tinggi dari bank adalah sebagai berikut:

  1. Fintech memberikan akses bagi konsumen yang tidak bisa melakukan pinjaman melalui Lembaga keuangan seperti bank sehingga penetapan bunga tinggi dilakukan untuk menghindari hilangnya uang yang dipinjamkan.
  2. Konsumen fintech merupakan konsumen yang bisa meminjam uang tanpa syarat (unreserved) seperti perbankan sehingga bunga tinggi diterapkan dalam layanan ini.
  3. Bunga tinggi dilakukan sebagai biaya pencadangan untuk mengurangi risiko kredit karena bagaimanapun juga perusahaan fintech harus menjaga pengembalian yang lancer pada investor meski terjadi penunggakan pinjaman oleh si peminjam.
  4. Belum semua perusahaan fintech memiliki asuransi kredit sehingga bila terjadi kerugian, perusahaan fintech harus menanggunyanya sendiri. Apalagi pinjaman fintech itu umumnya bersifat tanpa jaminan (unsecured).

Keunggulan Fintech dari Bank

Meski memiliki bunga yang relatif tinggi dari bank, tapi keberadaan fintech tetap digemari oleh masyarakat Indonesia. Hal ini dikarenakan kemudahan dan cepatnya proses pinjaman yang ditawarkan Fintech.

Selain itu, untuk menjaga kepercayaan masyarakat lebih tinggi lagi, perusahaan fintech juga dituntut untuk lebih transparan kepada konsumennya. Bagi pemilik modal atau investor, transparansi membuat mereka merasa aman dan percaya dengan uang yang telah diberikan kepada peminjam. Sedangkan bagi peminjam, transparansi membuat mereka lebih memahami risiko-risiko yang timbul kemudian.

Transparansi ini menjadi pilihan bagi pemodal dan peminjam sebelum mereka melakukan transaksi sebagai pemberi pinjaman dan peminjam di platform P2P Lending. Risiko-risiko yang timbul di kemudian hari diperlihatkan oleh perusahaan fintech agar masing-masing pihak menerima resiko yang ada. Sehingga, tak ada lagi alasan bunga fintech lebih tinggi dari bank!

Administrator Of the Site