Ini alasan pilih P2P Lending sebagai Passive Income

P2P Lending as Passive Income

Ingin punya passive income, tapi bingung menginvestasikannya? Baca ulasan berikut, kenapa Anda harus memilih investasi di P2P Lending sebagai sumber passive income.

Punya passive income memang menyenangkan. Selain menambah penghasilan, juga untuk membebaskan finansial Anda. Apalagi di zaman modern saat ini, hidup memerlukan banyak biaya. Tak hanya untuk kebutuhan pokok, tapi juga kebutuhan lilfestyle seperti liburan, hobi, dan sebagainya. Untuk dapat memenuhi semua itu, Anda harus mempersiapkan keuangan masa depan sedini mungkin. Salah satunya dengan berinvestasi atau mendapatkan passive income.

Ada banyak cara untuk berinvestasi, mulai dari saham, emas, reksadana, property dan sebagainya. Sesuaikan investasi dengan profil resiko Anda. Nah, jika Anda bukan orang yang suka mengambil resiko yang besar, tidak punya banyak waktu maupun resource untuk memperhatikan pasar modal yang fluktuatif, namun keuntungan yang didapatkan berpotensi untuk menambah pundi-pundi Anda, maka investasi di jalan peer to peer lending bisa jadi pilihan yang tepat. Mengapa? Berikut alasannya.

Skema yang mudah

Peer to peer lending merupakan skema investasi pinjaman yang menghubungkan antara pemilik dana dengan pencari pinjaman dalam satu platform digital. Bagi investor, jenis investasi ini sangat memudahkan bagi Anda yang ingin mendapatkan pendapatan pasif tanpa membuang banyak waktu. Cukup menyalurkan dana yang dipilih ke peminjam yang sudah tersedia di platform. Keuntungan akan Anda dapatkan dari imbalan yang dibayarkan peminjam. Besarannya juga sudah tercantum pada campaign, sekaligus dengan peringkat resikonya.

P2P Lending adalah skema investasi yang saat ini sedang naik daun di Indonesia. Potensi imbalannya juga cukup besar, yakni mendapatkan imbalan hingg 20-30% per tahunnya. P2P Lending bisa mengelola portofolio investasi Anda secara online sehingga manajamen resiko bisa lebih terkontrol.

Lebih fleksibel

Melalui P2P Lending, investasi Anda akan lebih fleksibel karena Anda Anda bisa menyalurkan dana yang dimiliki kepada para peminjam dengan tingkat resiko yang berbeda-beda. Para peminjam yang mengajukan pinjaman tunai, harus melewati proses credit scoring yang dilakukan oleh pihak platform P2P Lending.

Pihak platform akan mengklasifikasikan peminjam ke tingkat resiko yang harus diketahui oleh para calon investor. Setelah klasifikasi ini ditayangkan di platform, maka Anda selaku investor bebas memilih untuk mendanai jenis pinjaman yang ada. Anda pun bisa membagi dana investasi Anda ke beberapa klasifikasi pinjaman dalam satu waktu untuk portofolio investasi yang berbeda-beda.

Transaksi aman

Jaminan keamanan dalam bertransaksi di platform P2P Lending ini sangat diutamakan. Investor berhak mengetahui jenis risiko yang akan diambil sebelum menaruh uangnya di platform. Ada dua resiko utama dalam berinvestasi di P2P Lending yaitu resiko gagal bayar dan juga resiko fraud.

Untuk mencegah resiko tersebut, platform P2P Lending akan memverifikasi dan menyeleksi pengajuan pinjaman yang datang untuk memastikan bahwa identitas yang digunakan oleh peminjam adalah asli, dan memiliki kemampuan untuk membayar pinjaman pokok plus biayanya. Selain itu, platform P2P Lending juga harus terdaftar di OJK sehingga semua transkasi di platform dapat diawasi.

Administrator Of the Site