Mengenal Suku Bunga Tetap dan Suku Bunga Mengambang

fixed interest rates and floating interest rates

Jika Anda saat ini ingin mengajukan pinjaman di sebuah Lembaga keuangan seperti bank, maka sebaiknya Anda mengenal suku bunga tetap dan suku bunga mengambang terlebih dahulu agar pinjaman tak terasa berat karena bunga.

Sebagai peminjam, Anda pasti memperhitungkan dengan masak mengenai bunga pinjaman, apakah terlalu besar ataukah tidak. Apalagi terkadang bank memberikan pilihan bunga yang variatif saat Anda mengajukan pinjaman, termasuk suku bunga tetap (fixed) dan suku bunga mengambang (floating).

Bunga merupakan imbal jasa atas pinjaman uang atau bisa dibilang juga sebagai kompensasi yang diberikan oleh si peminjam kepada pemberi pinjaman atas dipinjamkannya uang. Contohnya, imbal jasa atas pinjaman atau Kredit Tanpa Agunan (KTA). Anda meminjam uang Rp5.000.000 selama 6 bulan, maka Anda harus mengembalikan pinjamannya sebesar Rp5.500.000 yang dicicil tiap bulan menjadi Rp458.333,333. Nah, presentase dari pokok pinjaman online yang dibayar sebagai bunga ini disebut dengan suku bunga.

Lantas, apa yang dimaksud dengan suku bunga tetap (fixed) dan suku bunga mengambang (floating)? Apa keuntungan dari kedua suku bunga ini? Berikut penjelasannya.

Perbandingan Suku Bunga Tetap (Fixed) dan Suku Bunga Mengambang (Floating)

Suku bunga tetap (fixed) dan suku bunga mengambang (floating) merupakan jenis suku bunga kredit yang ada di Indonesia. Suku bunga ini dibedakan berdasarkan dari sifat perhitungan si bunga itu sendiri.

Suku bunga tetap (fixed) adalah suku bunga yang jumlahnya tidak berubah selama periode kredit. Biasanya, besaran suku bunga ini dicantumkan dengan jelas dalam tabel cicilan dan juga di perjanjian kredit, di mana suku bunga tidak akan berubah hingga akhir periode kredit. Contohnya, jika bank menetapkan suku bunga kredit 10%, maka sepanjang periode cicilan, si nasabah akan membayar cicilan berdasarkan suku bunga 10% hingga cicilan lunas.

Sedangkan suku bunga mengambang (floating) adalah suku bunga yang selalu berubah mengikuti dinamika suku bunga pasaran. Jadi apabila suku bunga pasaran naik, maka suku bunga jenis ini pun akan ikut naik. Begitupun sebaliknya, saat suku bunga pasaran turun. Dengan suku bunga mengambang (floating) ini, cicilan yang Anda bayarkan pun tak selalu sama setiap bulannya. Maka dari itu, besaran suku bunga mengambang (floating) tidak bisa dicantumkan dengan jelas, baik pada tabel cicilan maupun pada perjanjian kredit.

Keuntungan dan Kerugian Suku Bunga Tetap (Fixed) dan Suku Bunga Mengambang (Floating)

Tiap suku bunga, baik suku bunga tetap (fixed) maupun suku bunga mengambang (floating) memiliki keuntungan dan kerugian tersendiri. Hal ini bisa menjadi pertimbangan bagi nasabah saat mengajukan pinjaman, jenis suku bunga mana yang sesuai dengan nasabah.

Adapun keuntungan dari suku bunga tetap (fixed) adalah ketika suku bunga pasaran meningkat, maka jumlah bunga yang harus dibayarkan nasabah tidak meningkat. Artinya nilai cicilan akan tetap sama. Kerugiannya yakni ketika suku bunga pasaran turun, maka si nasabah harus membayar bunga lebih tinggi dari pasaran.

Produk pinjaman yang menggunakan suku bunga ini, biasanya adalah jenis pinjaman dengan waktu singkat, seperti KTA, kredit motor, dan kredit jangka pendek lainnya.

Sedangkan pada suku bunga mengambang (floating) keuntungannya adalah nasabah tidak perlu khawatir dengan resiko, apakah suku bunga nasabah terlalu tinggi atau renda, karena suku bunganya sudah mengikuti suku bunga pasaran. Kerugiannya yaitu nasabah tidak bisa menikmati keuntungan yang kompetitif dari suku bunga pasaran.

Produk pinjaman yang menggunakan jenis suku bunga ini adalah pinjaman jangka Panjang seperti pinjaman KPR, pinjaman mobil, dan pinjaman jangka Panjang lainnya.

Administrator Of the Site