Jul 30, 2018

Inilah Keuntungan Pinjaman Online

Pinjaman online menjadi altermatif keuangan bagi masyarakat yang membutuhkan dana tunai di saat mendesak. Prosedurnya yang mudah dan cepat, membuat alternatif pinjaman ini menjadi begitu digandrungi masyarakat.

Belakangan ini, banyak masyarakat yang memilih mengajukan pinjaman melalui pinjaman online dibandingkan meminjam ke bank. Hal ini dikarenakan proses pengajuan kredit ke bank yang terlalu bertele – tele dan ribet, belum lagi prosesnya memakan waktu cukup lama. Namun, benarkah mengajukan kredit ke pinjaman online lebih aman dan nyaman dibandingkan kredit ke bank? Lalu, mana yang sejatinya lebih menguntungkan?

Untuk mengetahui mana pilihan yang terbaik, Anda harus memahami apa yang menjadi kelebihan serta kekurangan masing – masing. Berikut analisis keuntungan dan kerugian meminjam di pinjaman online atau bank, untuk menjadi pertimbangan pinjaman mana yang lebih sesuai untuk Anda!

Kredit Bank

Semua orang pasti mengetahui apa itu bank dan produk kredit yang ditawarkannya. Berikut, kelebihan dari produk bank yang ditawarkan ke masyarakat:

  • Memiliki limit kredit yang sangat tinggi hingga ratusan juta, tergantung dari persyaratan yang diajukan bank
  • Bunga kredit perbankan yang sangat kompetitif karena hampir semua bank harus mengikuti suku bunga yang ditentukan oleh Bank Indonesia sebagai regulator
  • Pilihan produk pinjaman yang beragam, dari produk tanpa agunan hingga kredit pemilikan rumah dan kendaraan.
  • Banyak pilihan bank yang tersedia, mulai bank daerah, bank berskala nasional, bank perkreditan rakyat hingga bank syariah yang menggunakan sistem sesuai syariat islam yang bebas riba
  • Nasabah atau debitur diasuransikan
  • Tenor atau jangka waktu kredit dapat disesuaikan dengan kebutuhan

Adapun kekurangan dari kredit perbankan antara lain:

  • Syarat dan dokumen pengajuan kredit cukup banyak
  • Harus memiliki riwayat kredit yang mengesankan
  • Proses persetujuan bisa memakan waktu hingga berhari – hari sehingga tidak cocok untuk kebutuhan mendadak atau darurat
  • Beberapa produk kredit mewajibkan debitur untuk memiliki kartu kredit
  • Limit kredit jauh dari nilai agunan yang diberikan
  • Pada beberapa produk pinjaman dikenakan penalti untuk pelunasan sebelum batas waktu

Pinjaman Tunai Online

Pinjaman online dari lembaga keuangan non bank menjamur belakangan ini. Tahukah Anda, apa saja yang menjadi kelebihan dan kekurangannya? Berikut, analisisnya.

Kelebihan pinjaman tunai online:

  • Syarat dan dokumen pengajuan kredit pinjaman tunai online sangat mudah, cukup isi form lewat website dan cantumkan nomor HP atau KTP Anda
  • Proses persetujuan dapat dilakukan dalam waktu satu hari bahkan hanya cukup satu kali klik
  • Proses pengajuan dapat dilakukan sewaktu – waktu, di mana saja dan kapan saja, tanpa harus datang langsung ke kreditur yang bersangkutan
  • Tidak dikenakan penalti apabila melunasi pinjaman sebelum jatuh tempo
  • Tidak meminta adanya agunan atau jaminan kepada nasabah
  • Dana dapat digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk untuk kebutuhan yang mendesak atau bersifat darurat
  • Tenor sangat fleksibel, mulai dari 10 hari hingga 36 bulan
  • Beberapa perusahaan tidak mengharuskan nasabah untuk memiliki riwayat kredit yang bagus

Kerugian pinjaman tunai online:

  • Bunga yang lebih besar dari bank. Rata-rata bunga pinjaman dana online itu 3-4% per bulan. Jika bunga lembaga tertentu jauh di atasnya, mending mundur saja.
  • Cakupan wilayah yang terbatas. Meski online, saat ini perusahaan penyedia jasa pinjaman online hanya melayani kota-kota besar, belum sampai ke pelosok daerah.
Jul 30, 2018
Hubungi Kami
Jika kamu punya pertanyaan lain, kamu dapat menghubungi kami,
kami akan membantumu!
Tetap terhubung dengan kami
Untuk pertanyaan umum
Hubungi Kami
Alamat perusahaan
PT Kas Wagon Indonesia
Oleos 2 Building, Jl. Kebagusan I Kav. 6,
Jakarta Selatan, 12520
Jam Kerja
09:00 WIB - 18:00 WIB
Senin - Minggu
Aplikasi seluler Cashwagon
  1. Layanan Pinjam Meminjam Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Pinjaman dengan Penerima Pinjaman, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.
  2. Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Pinjaman. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.
  3. Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna (“Pemanfaatan Data”) pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, Batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, Batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.
  4. Pemberi Pinjaman yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pinjam meminjam, disarankan untuk tidak menggunakan layanan ini.
  5. Penerima Pinjaman harus mempertimbangkan tingkat bunga pinjaman dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi pinjaman.
  6. Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.
  7. Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Pinjaman atau Penerima Pinjaman.
  8. Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Pinjaman maupun Penerima Pinjaman (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara dengan Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman.
  9. Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Penyelenggara, Pemberi Pinjaman, dan/atau Penerima Pinjaman wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Penyelenggara sehingga Penyelenggara wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut di atas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
PT. Kas Wagon Indonesia (Cashwagon) adalah Penyedia Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi, resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta telah mendapatkan Sertifikasi ISO : 27001 (Sistem Manajemen Keamanan Informasi) Full scope dari British Standards Institutions (BSI), sehingga pelayanan kami telah memenuhi standar dari lembaga yang telah dikenal secara internasional untuk keamanan informasi.