Nov 07, 2018

Mengenal Suku Bunga Tetap dan Suku Bunga Mengambang

Jika Anda saat ini ingin mengajukan pinjaman di sebuah Lembaga keuangan seperti bank, maka sebaiknya Anda mengenal suku bunga tetap dan suku bunga mengambang terlebih dahulu agar pinjaman tak terasa berat karena bunga.

Sebagai peminjam, Anda pasti memperhitungkan dengan masak mengenai bunga pinjaman, apakah terlalu besar ataukah tidak. Apalagi terkadang bank memberikan pilihan bunga yang variatif saat Anda mengajukan pinjaman, termasuk suku bunga tetap (fixed) dan suku bunga mengambang (floating).

Bunga merupakan imbal jasa atas pinjaman uang atau bisa dibilang juga sebagai kompensasi yang diberikan oleh si peminjam kepada pemberi pinjaman atas dipinjamkannya uang. Contohnya, imbal jasa atas pinjaman atau Kredit Tanpa Agunan (KTA). Anda meminjam uang Rp5.000.000 selama 6 bulan, maka Anda harus mengembalikan pinjamannya sebesar Rp5.500.000 yang dicicil tiap bulan menjadi Rp458.333,333. Nah, presentase dari pokok pinjaman online yang dibayar sebagai bunga ini disebut dengan suku bunga.

Lantas, apa yang dimaksud dengan suku bunga tetap (fixed) dan suku bunga mengambang (floating)? Apa keuntungan dari kedua suku bunga ini? Berikut penjelasannya.

Perbandingan Suku Bunga Tetap (Fixed) dan Suku Bunga Mengambang (Floating)

Suku bunga tetap (fixed) dan suku bunga mengambang (floating) merupakan jenis suku bunga kredit yang ada di Indonesia. Suku bunga ini dibedakan berdasarkan dari sifat perhitungan si bunga itu sendiri.

Suku bunga tetap (fixed) adalah suku bunga yang jumlahnya tidak berubah selama periode kredit. Biasanya, besaran suku bunga ini dicantumkan dengan jelas dalam tabel cicilan dan juga di perjanjian kredit, di mana suku bunga tidak akan berubah hingga akhir periode kredit. Contohnya, jika bank menetapkan suku bunga kredit 10%, maka sepanjang periode cicilan, si nasabah akan membayar cicilan berdasarkan suku bunga 10% hingga cicilan lunas.

Sedangkan suku bunga mengambang (floating) adalah suku bunga yang selalu berubah mengikuti dinamika suku bunga pasaran. Jadi apabila suku bunga pasaran naik, maka suku bunga jenis ini pun akan ikut naik. Begitupun sebaliknya, saat suku bunga pasaran turun. Dengan suku bunga mengambang (floating) ini, cicilan yang Anda bayarkan pun tak selalu sama setiap bulannya. Maka dari itu, besaran suku bunga mengambang (floating) tidak bisa dicantumkan dengan jelas, baik pada tabel cicilan maupun pada perjanjian kredit.

Keuntungan dan Kerugian Suku Bunga Tetap (Fixed) dan Suku Bunga Mengambang (Floating)

Tiap suku bunga, baik suku bunga tetap (fixed) maupun suku bunga mengambang (floating) memiliki keuntungan dan kerugian tersendiri. Hal ini bisa menjadi pertimbangan bagi nasabah saat mengajukan pinjaman, jenis suku bunga mana yang sesuai dengan nasabah.

Adapun keuntungan dari suku bunga tetap (fixed) adalah ketika suku bunga pasaran meningkat, maka jumlah bunga yang harus dibayarkan nasabah tidak meningkat. Artinya nilai cicilan akan tetap sama. Kerugiannya yakni ketika suku bunga pasaran turun, maka si nasabah harus membayar bunga lebih tinggi dari pasaran.

Produk pinjaman yang menggunakan suku bunga ini, biasanya adalah jenis pinjaman dengan waktu singkat, seperti KTA, kredit motor, dan kredit jangka pendek lainnya.

Sedangkan pada suku bunga mengambang (floating) keuntungannya adalah nasabah tidak perlu khawatir dengan resiko, apakah suku bunga nasabah terlalu tinggi atau renda, karena suku bunganya sudah mengikuti suku bunga pasaran. Kerugiannya yaitu nasabah tidak bisa menikmati keuntungan yang kompetitif dari suku bunga pasaran.

Produk pinjaman yang menggunakan jenis suku bunga ini adalah pinjaman jangka Panjang seperti pinjaman KPR, pinjaman mobil, dan pinjaman jangka Panjang lainnya.

Nov 07, 2018
Hubungi Kami
Jika kamu punya pertanyaan lain, kamu dapat menghubungi kami,
kami akan membantumu!
Tetap terhubung dengan kami
Untuk pertanyaan umum
Hubungi Kami
Alamat perusahaan
PT Kas Wagon Indonesia
Oleos 2 Building, Jl. Kebagusan I Kav. 6,
Jakarta Selatan, 12520
Jam Kerja
09:00 WIB - 18:00 WIB
Senin - Minggu
Aplikasi seluler Cashwagon
  1. Layanan Pinjam Meminjam Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Pinjaman dengan Penerima Pinjaman, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.
  2. Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Pinjaman. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.
  3. Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna (“Pemanfaatan Data”) pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, Batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, Batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.
  4. Pemberi Pinjaman yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pinjam meminjam, disarankan untuk tidak menggunakan layanan ini.
  5. Penerima Pinjaman harus mempertimbangkan tingkat bunga pinjaman dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi pinjaman.
  6. Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.
  7. Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Pinjaman atau Penerima Pinjaman.
  8. Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Pinjaman maupun Penerima Pinjaman (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara dengan Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman.
  9. Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Penyelenggara, Pemberi Pinjaman, dan/atau Penerima Pinjaman wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Penyelenggara sehingga Penyelenggara wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut di atas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
PT. Kas Wagon Indonesia (Cashwagon) adalah Penyedia Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi, resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta telah mendapatkan Sertifikasi ISO : 27001 (Sistem Manajemen Keamanan Informasi) Full scope dari British Standards Institutions (BSI), sehingga pelayanan kami telah memenuhi standar dari lembaga yang telah dikenal secara internasional untuk keamanan informasi.