Jul 18, 2018

5 Tips Memulai Usaha Kecil untuk Pemula

Membuka usaha sendiri merupakan salah satu hal yang diimpikan semua orang, dan sebagai cara untuk menambah pendapatan dan penghasilan.Namun masih banyak orang yang berpikir memerlukan modal besar untuk memulai usaha. Padahal, ada banyak usaha yang bisa dimulai dengan modal kecil.

Memulai usaha kecil bagi sebagian orang menjadi tantangan yang besar. Hal ini disebabkan karena banyaknya pikiran yang menghantui dalam memulainya, seperti takut gagal, takut tidak diterima masyarakat, dan sebagainya. Padahal Anda tidak akan mengetahui bagaimana usaha tersebut akan berkembang jika tidak memulainya. Daripada memikirkan hal yang belum tentu terjadi, cobalah ikuti beberapa langkah berikut ini untuk memulai usaha kecil dengan sukses.

1. Cari Ide

Saat ingin memulai usaha atau bisnis, ide-ide usaha harus sudah dipikirkan dengan baik. Ide biasanya terbentuk karena sesuatu hal yang dilihat, didengar, dan dirasakan. Akan lebih baik jika ide usaha yang dibuat adalah sesuatu hal yang Anda sukai. Sebuah usaha yang sukses selalu dibangun dengan ketulusan dan semangat pantang menyerah. Bagaimana Anda mengembangkan usaha jika tidak sesuai dengan apa yang Anda sukai dan kuasai? Jadi, cobalah berpikir tentang ide usaha yang banyak dicari namun juga menjadi suatu hal yang Anda sukai dan kuasai.

2. Buat Rencana

Setelah menentukan jenis usaha, selanjutnya Anda perlu membuat rencana usaha atau yang biasa disebut business plan. Ini merupakan tahapan awal yang sebaiknya dilakukan oleh seorang calon entrepreneur atau wirausaha.

Business plan memuat tentang tujuan-tujuan dari sebuah bisnis dan cara mencapai tujuan tersebut atau yang dikenal dengan visi dan misi. Karena bagaimanpun juga, tak dapat dipungkiri bahwa di balik semua usaha yang berhasil pasti ada visi dan misi yang kuat di dalamnya. Begitu pun dengan usaha yang akan Anda rintis, harus ada visi dan misi yang diusung.

Dengan adanya visi dan misi, maka sebuah bisnis akan dapat fokus pada tujuan dibangunnya usaha tersebut. Umumnya para pemula membangun usahanya tanpa visi dan misi yang jelas, yang pada akhirnya membuat mereka tidak konsisten pada tujuan awal membangun usaha tersebut.

3. Kalkulasi Modal dan Memperkirakan laba

Modal usaha adalah salah satu hal yang penting dalam memulai usaha. Semua bisnis yang dimulai pasti membutuhkan modal usaha sebagai penggerak awalnya perjalanan usaha. Modal usaha bisa berbentuk materi atau uang, dan tenaga. Uang dapat digunakan sebagai pembiayaan keperluan usaha, seperti membeli barang, pengurusan ijin, penggajian karyawan, dan pembelian aset. Sedangkan modal tenaga merupakan kemampuan atau skill seseorang dalam menjalankan usaha.

Semua biaya-biaya yang dikeluarkan pada saat memulai usaha, bisa dicatatkan sebagai modal usaha yang nantinya bisa digunakan untuk memperkirakan laba usaha.

4. Melakukan Survey Pemasaran

Tujuan survey ini adalah untuk mengetahui tingkat persaingan, pangsa pasar, dan potensi usaha yang akan dirintis. Survei ini penting untuk mengetahui peluang dari bisnis Anda, dan seberapa besar kemungkinan bisnis tersebut akan berhasil.

Dengan survey ini, bisa diketahui strategi pemasaran produk yang selanjutnya dibuat rencana pemasaran (marketing plan) untuk menjelaskan detil atau strategi pemasaran.

5. Persiapkan uang

Untuk merintis sebuah usaha benar-benar dari nol, maka itu bukan berarti modalnya juga nol. Anda tetap saja membutuhkan modal untuk merintis usaha dari awal. Cari tahu lembaga keuangan mana yang dapat membantu permodan usaha Anda. Seperti Cashwagon yang siap membantu Anda mendapatkan modal untuk bisnis kecil Anda.

Pinjaman di Cashwagon yang mudah dan cepat, membuat Anda tak perlu gelisah menunggu lama dana yang dibutuhkan. Cukup klik, dan isi form aplikasinya lewat website cashwagon.id, Anda bisa langsung menerima dana di rekening dalam waktu 1×24 jam.

Jul 18, 2018
Hubungi Kami
Jika kamu punya pertanyaan lain, kamu dapat menghubungi kami,
kami akan membantumu!
Tetap terhubung dengan kami
Untuk pertanyaan umum
Hubungi Kami
Alamat perusahaan
PT Kas Wagon Indonesia
Oleos 2 Building, Jl. Kebagusan I Kav. 6,
Jakarta Selatan, 12520
Jam Kerja
09:00 WIB - 18:00 WIB
Senin - Minggu
Aplikasi seluler Cashwagon
  1. Layanan Pinjam Meminjam Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Pinjaman dengan Penerima Pinjaman, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.
  2. Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Pinjaman. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.
  3. Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna (“Pemanfaatan Data”) pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, Batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, Batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.
  4. Pemberi Pinjaman yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pinjam meminjam, disarankan untuk tidak menggunakan layanan ini.
  5. Penerima Pinjaman harus mempertimbangkan tingkat bunga pinjaman dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi pinjaman.
  6. Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.
  7. Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Pinjaman atau Penerima Pinjaman.
  8. Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Pinjaman maupun Penerima Pinjaman (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara dengan Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman.
  9. Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Penyelenggara, Pemberi Pinjaman, dan/atau Penerima Pinjaman wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Penyelenggara sehingga Penyelenggara wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut di atas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
PT. Kas Wagon Indonesia (Cashwagon) adalah Penyedia Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi, resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta telah mendapatkan Sertifikasi ISO : 27001 (Sistem Manajemen Keamanan Informasi) Full scope dari British Standards Institutions (BSI), sehingga pelayanan kami telah memenuhi standar dari lembaga yang telah dikenal secara internasional untuk keamanan informasi.