Oct 03, 2019

5 Persiapan Keuangan Sebelum Memiliki Anak Agar Tidak Stres

Setiap calon orang tua pasti menginginkan fasilitas terbaik bagi anak-anaknya. Nah, sebelum Anda memutuskan untuk memiliki anak, ada baiknya untuk mengetahui apa saja yang harus disiapkan, termasuk keuangan. Pastinya, memiliki anak akan banyak pengeluaran, baik saat hamil hingga si anak besar.

Banyak cara dalam menyiapkan dana untuk calon si buah hati. Namun sebaiknya, hindari berutang menjelang kelahiran sang bayi. Tujuannya, agar Anda lebih mudah mengatur keuangan setelah bersalin. Agar tidak stress, simak 5 persiapan keuangan sebelum memiliki anak.

1. Menabung setelah mengetahui positif hamil

Sisihkan uang untuk ditabung sejak hari pertama Anda hamil. Anda memiliki waktu selama sembilan bulan sebelum persalinan untuk mempersiapkan keuangannya. Selain menabung untuk persalinan, Anda juga harus memikirkan tabungan untuk keperluan anak hingga dewasa. Ingat, salah satu pengeluaran terbesar ada pada biaya Pendidikan anak.

Oleh karenanya, mulailah persiapkan tabungan Pendidikan anak sedini mungkin, salah satunya melalui instrument investasi. Cari instrument investasi yang memiliki imbal balik besar dengan risiko kecil seperti investasi di P2P Lending Cashwagon. Ini bisa jadi alternatif tabungan Pendidikan untuk anak Anda.

2. Mengikuti asuransi kehamilan

Banyak perusahaan asuransi yang menawarkan produk berupa jaminan persalinan. Ini bisa menjadi salah satu cara untuk mempersiapkan keuangan untuk si buah hati. Anda bisa mengikuti program asuransi ini sejak awal menikah. Pastikan perusahaannya legal dan memiliki dokumen lengkap. Jika perlu, tanyakan pada perusahaan asuransi, rumah sakit mana saja yang bekerja sama dengan mereka sehingga memudahkan Anda untuk merencanakan tempat pemeriksaan kehamilan.

3. Anggarkan biaya darurat

Jika Anda belum mekakukannya, sekarang Anda harus mulai menyisihkan sejumlah uang untuk dana darurat. Dana darurat diperlukan sebagai langkah antisipasi jika hal buruk terjadi pada kehamilan, persalinan, ataupun pada anak Anda. Adapun jumlah dana darurat yang harus dipersiapkan sebesar 9 – 12 kali jumlah pengeluaran bulanan rumah tangga.

4. Siapkan biaya perlengkapan bayi

Dana lain yang harus Anda siapkan juga adalah biaya untuk segala perlengkapan bayi, seperti popok, susu, pakaian, makanan, selimut, hingga baby sitter. Untuk itu, mulai anggarkan biaya ini ke dalam anggaran rutin Anda. Jangan sampai, ketika memiliki bayi Anda kehabisan uang. Karena tak dapat dipungkiri, keinginan untuk memenuhi kebutuhan bayi kadang tak terbendung apalagi jika ini bayi yang sangat Anda idamkan.

5. Tekan keinginan belanja sebelum persalinan

Hasrat belanja perlengkapan bayi memang terkadang tidak terkendali, apalagi jika melihat perlengkapan bayi yang lucu dan menawan. Tapi Anda harus ingat biaya-biaya lain yang harus Anda siapkan selain belanja kebutuhan bayi. Pasalnya, biaya persalinan lebih penting daripada memenuhi Hasrat belanja Anda. Karenanya, sebisa mungkin tekan pengeluaran selama sembilan bulan dan pastikan Anda tidak kekurangan dana setelah melahirkan.

Oct 03, 2019
Hubungi Kami
Jika kamu punya pertanyaan lain, kamu dapat menghubungi kami,
kami akan membantumu!
Tetap terhubung dengan kami
Untuk pertanyaan umum
Hubungi Kami
Alamat perusahaan
PT Kas Wagon Indonesia
Oleos 2 Building, Jl. Kebagusan I Kav. 6,
Jakarta Selatan, 12520
Jam Kerja
09:00 WIB - 18:00 WIB
Senin - Minggu
Aplikasi seluler Cashwagon
  1. Layanan Pinjam Meminjam Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Pinjaman dengan Penerima Pinjaman, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.
  2. Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Pinjaman. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.
  3. Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna (“Pemanfaatan Data”) pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, Batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, Batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.
  4. Pemberi Pinjaman yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pinjam meminjam, disarankan untuk tidak menggunakan layanan ini.
  5. Penerima Pinjaman harus mempertimbangkan tingkat bunga pinjaman dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi pinjaman.
  6. Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.
  7. Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Pinjaman atau Penerima Pinjaman.
  8. Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Pinjaman maupun Penerima Pinjaman (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara dengan Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman.
  9. Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Penyelenggara, Pemberi Pinjaman, dan/atau Penerima Pinjaman wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Penyelenggara sehingga Penyelenggara wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut di atas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
PT. Kas Wagon Indonesia (Cashwagon) adalah Penyedia Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi, resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta telah mendapatkan Sertifikasi ISO : 27001 (Sistem Manajemen Keamanan Informasi) Full scope dari British Standards Institutions (BSI), sehingga pelayanan kami telah memenuhi standar dari lembaga yang telah dikenal secara internasional untuk keamanan informasi.