Sep 01, 2018

5 Perbedaan Mendasar Antara Pinjaman Tunai dengan Kredit Bank

Ada banyak perbedaan antara pinjaman tunai dengan kredit bank. Alangkah baiknya jika Anda mengetahui perbedaan tersebut sebelum mengajukan pinjaman atau kredit.

Kredit melalui bank atau melalui jasa penyedia pinjaman tunai? Pertanyaan semacam itu seringkali datang ketika Anda ingin mengajukan pinjaman. Apalagi sebagai masyarakat awam, Anda belum mengetahui berbagai macam hal yang bersangkutan dengan kedua jenis pinjaman tersebut.

Nah, dalam artikel ini akan dibahas lima poin utama yang menjadi perbedaan antara pinjaman tunai vs kredit bank yaitu: pemberi pinjaman dan peminjam, jumlah pinjaman, periode pinjaman, proses yang ditempuh dan tujuan melakukan pinjaman.

1. Pemberi Pinjaman dan Peminjam

Dalam hal kredit bank, sudah terlihat jelas bahwa yang memberikan pinjaman adalah pihak Bank. Ini berarti peminjamnya adalah mereka yang memiliki tabungan di bank atau sudah menjadi nasabah bank, baik secara langsung maupun tidak langsung. Sedangkan pinjaman tunai, diberikan oleh lembaga keuangan non-bank atau perusahaan financial technology (fintech) yang tidak mengharuskan peminjamnya terikat pada kelembagaan tersebut.

2. Jumlah Pinjaman

Jumlah pinjaman pada kredit bank memiliki limit yang lebih besar dibandingkan dengan pinjaman tunai. Biasanya, kredit bank memiliki limit hingga ratusan juta, sedangkan pinjaman tunai memiliki limit pinjaman terbatas yaitu hanya berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp5 juta.

3. Periode Pinjaman

Periode pinjaman (tenor) kredit bank biasanya memiliki wakt lebih lama, bisa sampai 5 tahun. Hal ini tentunya berbeda dengan pinjaman tunai yang memiliki periode pinjaman yang lebih singkat, umumnya hanya berjangka waktu 10 – 40 hari.

4. Proses yang Ditempuh

Kredit bank memakan proses yang rumit dan lama, karena memerlukan beberapa dokumen penting untuk dilampirkan sebagai agunan dan proses verifikasi dokumen. Sementara pinjaman tunai memangkas semua persyaratan tersebut, terutama sejak munculnya perusahaan fintech. Seperti Cashwagon yang prosedurnya sangat mudah, dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Anda hanya perlu mencantumkan nomor KTP, dan dalam waktu 5 menit Anda akan menerima dana tunai setelah pengajuan disetujui.

5. Tujuan Melakukan Pinjaman

Pada kredit bank, tujuan melakukan pinjaman akan dipertanyakan dan harus jelas, seperti untuk pendidikan, beli rumah, beli mobil, modal usaha, dan sebagainya. Namun tidak demikian dalam pinjaman tunai. Pinjaman tunai tidak akan menanyakan tujuan dari pinjaman Anda. Anda bisa melakukan pinjaman untuk kebutuhan sehari-hari, pergi berlibur, nonton film, hangout bareng teman atau untuk kebutuhan mendesak Anda.

Demikianlah yang menjadi perbedaan mendasar antara pinjaman tunai dengan kredit bank. Jika Anda masih bingung mengenai perbedaan keduanya jangan ragu untuk menanyakannya kepada Cashwagon karena kami siap membantu Anda.

Sep 01, 2018
Hubungi Kami
Jika kamu punya pertanyaan lain, kamu dapat menghubungi kami,
kami akan membantumu!
Tetap terhubung dengan kami
Untuk pertanyaan umum
Hubungi Kami
Alamat perusahaan
PT Kas Wagon Indonesia
Oleos 2 Building, Jl. Kebagusan I Kav. 6,
Jakarta Selatan, 12520
Jam Kerja
09:00 WIB - 18:00 WIB
Senin - Minggu
Aplikasi seluler Cashwagon
  1. Layanan Pinjam Meminjam Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Pinjaman dengan Penerima Pinjaman, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.
  2. Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Pinjaman. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.
  3. Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna (“Pemanfaatan Data”) pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, Batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, Batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.
  4. Pemberi Pinjaman yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pinjam meminjam, disarankan untuk tidak menggunakan layanan ini.
  5. Penerima Pinjaman harus mempertimbangkan tingkat bunga pinjaman dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi pinjaman.
  6. Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.
  7. Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Pinjaman atau Penerima Pinjaman.
  8. Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Pinjaman maupun Penerima Pinjaman (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara dengan Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman.
  9. Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Penyelenggara, Pemberi Pinjaman, dan/atau Penerima Pinjaman wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Penyelenggara sehingga Penyelenggara wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut di atas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
PT. Kas Wagon Indonesia (Cashwagon) adalah Penyedia Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi, resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta telah mendapatkan Sertifikasi ISO : 27001 (Sistem Manajemen Keamanan Informasi) Full scope dari British Standards Institutions (BSI), sehingga pelayanan kami telah memenuhi standar dari lembaga yang telah dikenal secara internasional untuk keamanan informasi.