Jan 11, 2019

4 Pertanyaan yang Sering Dilontarkan Pada Saat Pengajuan Pinjaman Tunai

Pinjaman tunai menjadi pinjaman yang banyak dicari masyarakat saat ini. Namun sayang, masih banyak orang yang mengajukan pertanyaan pada saat mengajukan pinjaman. Ini 4 pertanyaan yang sering dilontarkan pada saat pengajuan pinjaman tunai.

Kemudahan dan kecepatan menjadi layanan andal para Lembaga keuangan fintech dalam menawarkan jasa pinjaman pada masyarakat luas. Tak ayal, banyak masyarakat yang antusias untuk mengajukan pinjaman tunai di Lembaga keuangan fintech ini, salah satunya adalah Cashwagon.

Sebagai penyedia layanan jasa pinjaman, Cashwagon sering berinteraksi dengan nasabah dan menemukan beberapa pertanyaan seputar pengajuan pinjaman tunai. Nah, ini ada 4 pertanyaan yang sering diajukan nasabah Cashwagon seputar pengajuan pinjaman tunai. Simak jawabannya, agar kamu tidak lagi kebingungan saat mengajukan pinjaman di Cashwagon!

1. Apa persyaratan mengajukan pinjaman di Cashwagon?

Saat ini, Cashwagon menawarkan layanan peminjaman kepada pelanggan dengan syarat yang mudah, yaitu berusia 20-60 tahun dan memiliki penghasilan tetap. Selain itu, Cashwagon tidak meminta persayaratan lain kecuali nomor KTP dan rekening pribadi yang digunakan untuk mentransfer dana.

Sedangkan untuk pengajuan, Anda cukup mengisi formulir pengajuan peminjaman lewat website Cashwagon https://cashwagon.id atau melalui aplikasi di hape. Caranya, download dan install aplikasi Cashwagon di google play, lalu daftar dan isi formulir pengajuannya dengan data lengkap kamu dan submit.

2. Apa setelah melakukan pengajuan, saya langsung ditelepon?

Cashwagon akan langsung menelpon kamu sesaat setelah pengajuan pinjaman kami terima. Telepon ini dilakukan guna memverifikasi data-data yang sudah kamu isi sebelumnya di formulir pengajuan pinjaman Cashwagon.

Jika kamu belum mendapatkan telepon dari Cashwagon setelah mengajukan form pinjaman, itu mungkin nomor telepon yang kamu cantumkan salah sehingga Cashwagon tidak bisa menghubungi kamu untuk melakukan verifikasi data.

Oleh karena itu, pastikan kembali kamu menulis nomor telepon dengan benar. Selain itu jangan biarkan telepon kamu mati atau sibuk sehingga Cashwagon tidak bisa menghubungi kamu langsung.

3. Bagaimana saya tahu jika pinjaman disetujui?

Setelah pinjaman kamu disetujui, Cashwagon akan langsung mengirimkan pemberitahuan ke kamu melalui sms dan email. Sms dan email ini juga berisi informasi langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan agar uang segera ditransfer ke rekening.

Pastikan kamu menuliskan nomor telepon dan email dengan benar agar kamu tidak melewati pemberitahuan ini. Namun jika kamu tidak mendapatkan pemberitahuan apapun dari Cashwagon setelah mengajukan pinjaman, silahkan menghubungi layanan pelanggan kami berikut untuk meminta bantuan.

Telepon: (021) 4033 7979
Facebook: facebook.com/cashwagonidn
E-mail: customercare@cashwagon.id
Website: www.cashwagon.id

4. Dapatkah saya mengajukan pinjaman lagi bila pinjaman sebelumnya sudah dilunasi?

Cashwagon berterima kasih atas kepercayaan kamu menggunakan jasa pinjaman kami dan telah melunasinya tepat waktu. Tentunya, dengan senang hati Cashwagon memberi kamu pinjaman baru dengan proses yang lebih cepat dan mudah. Karena kamu tak perlu lagi mengisi form pengajuan. Cukup dengan memasukkan nomor telepon, kamu akan mendapatkan uang lebih besar dari pinjaman sebelumnya yaitu hingga Rp5 juta.

Jan 11, 2019
Hubungi Kami
Jika kamu punya pertanyaan lain, kamu dapat menghubungi kami,
kami akan membantumu!
Tetap terhubung dengan kami
Untuk pertanyaan umum
Hubungi Kami
Alamat perusahaan
PT Kas Wagon Indonesia
Oleos 2 Building, Jl. Kebagusan I Kav. 6,
Jakarta Selatan, 12520
Jam Kerja
09:00 WIB - 18:00 WIB
Senin - Minggu
Aplikasi seluler Cashwagon
  1. Layanan Pinjam Meminjam Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Pinjaman dengan Penerima Pinjaman, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.
  2. Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Pinjaman. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.
  3. Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna (“Pemanfaatan Data”) pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, Batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, Batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.
  4. Pemberi Pinjaman yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pinjam meminjam, disarankan untuk tidak menggunakan layanan ini.
  5. Penerima Pinjaman harus mempertimbangkan tingkat bunga pinjaman dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi pinjaman.
  6. Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.
  7. Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Pinjaman atau Penerima Pinjaman.
  8. Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Pinjaman maupun Penerima Pinjaman (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara dengan Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman.
  9. Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Penyelenggara, Pemberi Pinjaman, dan/atau Penerima Pinjaman wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Penyelenggara sehingga Penyelenggara wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut di atas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
PT. Kas Wagon Indonesia (Cashwagon) adalah Penyedia Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi, resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta telah mendapatkan Sertifikasi ISO : 27001 (Sistem Manajemen Keamanan Informasi) Full scope dari British Standards Institutions (BSI), sehingga pelayanan kami telah memenuhi standar dari lembaga yang telah dikenal secara internasional untuk keamanan informasi.