Aug 14, 2018

3 Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan Ketika Mengajukan Pinjaman Online

Pinjaman bisa menjadi solusi keuangan Anda, tapi juga bisa menjadi boomerang dalam kehidupan finansial jika Anda salah melakukannya.

Bagi Anda yang membutuhkan uang dalam keadaan mendesak, pinjaman tunai online yang cepat cair menjadi jawaban tepat. Proses pengajuannya yang cepat dan tanpa syarat yang ribet dibandingkan dengan pinjaman bank, menjadikan pinjaman tunai online sebagai solusi keuangan Anda.

Namun, kalau Anda kurang cermat dan kurang perencanaan dalam melakukan pinjaman tunai, Anda malah akan terlilit hutang dan pada akhirnya terjebak dalam kerugian finansial. Lantas, apa saja kira-kira kesalahan yang sering dilakukan saat mengajukan pinjaman tanpa jaminan? Simak dan perhatikan artikel berikut.

1. Meminjam Karena Gaya Hidup

Dalam mengajukan pinjaman tunai, sebaiknya Anda mengajukannya bukan untuk gaya hidup mewah seperti membeli perhiasan mahal atau melakukan perawatan wajah dan tubuh yang bernilai jutaan. Tetapi ajukan pinjaman untuk hal-hal yang produktif seperti menambah modal usaha, menambah biaya pendidikan atau renovasi rumah.

Pinjaman yang hanya untuk memenuhi gaya hidup merupakan pinjaman konsumtif yang pada akhirnya akan menjadi boomerang bagi keuangan Anda. Maka cermatilah dari sekarang tujuan Anda mengajukan pinjaman tunai.

2. Tidak Jujur Mengisi Formulir

Ketika mengajukan pinjaman tunai secara online, Anda diwajibkan untuk mengisi formulir data diri dalam aplikasi pengajuan. Nah, isilah formulir data diri secara lengkap dan jujur sesuai dengan kartu identitas Anda. Karena ketidakjujuran dalam mengisi formulir aplikasi mengakibatkan pengajuan Anda sulit untuk disetujui. Tak hanya itu, ketidakjujuran ini juga bisa membuat Anda berurusan dengan kasus pengadilan atau kasus kriminal karena melakukan penipuan.

Menggunakan data atau informasi orang lain ketika mengisi formulir pengajuan pinjaman sangat dilarang, karena Anda akan terjerat dengan pasal pencurian identitas.

3. Abai Terhadap Ketentuan Pinjaman

Ketika mengajukan pinjaman tunai secara online, jangan lupa untuk membaca ketentuan pinjaman yang tertera di dalam website atau aplikasi. Ketentuan pinjaman ini berisi informasi mendetail mengenai pinjaman yang akan Anda ajukan agar tak menyesal di kemudian hari.
Dengan membaca ketentuan pinjaman, berarti Anda sudah mengerti dan memahami kemungkinan risiko yang terjadi selama peminjaman, seperti risiko tentang bunga selama pinjaman, risiko pelunasan di awal, dan sebagainya. Sehingga Anda bisa mengantisipasi risiko yang timbul tersebut.

Jadi sebelum terlambat, ajukan pinjaman secara cermat dan hati-hati. Cari tahu dulu pinjaman yang memberi banyak keuntungan, seperti pinjaman dari Cashwagon ini. Prosesnya mudah tanpa dokumen apapun kecuali nomor KTP, cairnya cepat dan aman karena telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Tunggu apalagi, segera ajukan pinjaman di Cashwagon!

Aug 14, 2018
Hubungi Kami
Jika kamu punya pertanyaan lain, kamu dapat menghubungi kami,
kami akan membantumu!
Tetap terhubung dengan kami
Untuk pertanyaan umum
Hubungi Kami
Alamat perusahaan
PT Kas Wagon Indonesia
Oleos 2 Building, Jl. Kebagusan I Kav. 6,
Jakarta Selatan, 12520
Jam Kerja
09:00 WIB - 18:00 WIB
Senin - Minggu
Aplikasi seluler Cashwagon
  1. Layanan Pinjam Meminjam Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Pinjaman dengan Penerima Pinjaman, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.
  2. Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Pinjaman. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.
  3. Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna (“Pemanfaatan Data”) pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, Batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, Batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.
  4. Pemberi Pinjaman yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pinjam meminjam, disarankan untuk tidak menggunakan layanan ini.
  5. Penerima Pinjaman harus mempertimbangkan tingkat bunga pinjaman dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi pinjaman.
  6. Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.
  7. Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Pinjaman atau Penerima Pinjaman.
  8. Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Pinjaman maupun Penerima Pinjaman (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara dengan Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman.
  9. Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Penyelenggara, Pemberi Pinjaman, dan/atau Penerima Pinjaman wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Penyelenggara sehingga Penyelenggara wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut di atas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
PT. Kas Wagon Indonesia (Cashwagon) adalah Penyedia Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi, resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta telah mendapatkan Sertifikasi ISO : 27001 (Sistem Manajemen Keamanan Informasi) Full scope dari British Standards Institutions (BSI), sehingga pelayanan kami telah memenuhi standar dari lembaga yang telah dikenal secara internasional untuk keamanan informasi.