Bitcoin

Bitcoin (BTC)

$95,227.00 ▼-0.28%
Ethereum

Ethereum (ETH)

$3,300.28 ▼-0.31%
Tether

Tether (USDT)

$1.00 ▼-0.01%
BNB

BNB (BNB)

$942.64 ▲0.65%
XRP

XRP (XRP)

$2.06 ▼-0.27%
Solana

Solana (SOL)

$143.78 ▲0.21%
USDC

USDC (USDC)

$1.01 ▲0.71%
TRON

TRON (TRX)

$0.31 ▲1.20%
Lido Staked Ether

Lido Staked Ether (STETH)

$3,299.53 ▼-0.31%
Dogecoin

Dogecoin (DOGE)

$0.14 ▼-0.06%

Denda AdaPundi Terbaru 2026: Cara Hitung, Simulasi Lengkap & Tips Penghapusan Denda

Fenomena pinjaman online di Indonesia telah mengubah lanskap keuangan mikro secara drastis dalam satu dekade terakhir, memberikan angin segar bagi masyarakat yang membutuhkan akses dana...

Pinjol

Fenomena pinjaman online di Indonesia telah mengubah lanskap keuangan mikro secara drastis dalam satu dekade terakhir, memberikan angin segar bagi masyarakat yang membutuhkan akses dana cepat tanpa birokrasi perbankan yang berbelit. AdaPundi menempatkan dirinya sebagai salah satu pemain kunci dalam ekosistem Peer-to-Peer (P2P) Lending legal yang berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menawarkan jembatan finansial bagi jutaan pengguna aktif. Namun, di balik kemudahan pencairan dana yang hanya memakan waktu hitungan menit, terdapat klausul-klausul penting yang sering kali luput dari perhatian peminjam, terutama berkaitan dengan kedisiplinan pembayaran. Ketidaktahuan akan konsekuensi keterlambatan bukan hanya berdampak pada pembengkakan nominal utang, tetapi juga kesehatan mental akibat tekanan finansial yang bertumpuk.

Memahami secara mendalam mengenai struktur sanksi finansial dari aplikasi pinjaman online adalah pondasi utama dari literasi keuangan digital yang sehat. Denda Adapundi sering menjadi topik yang menakutkan bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan likuiditas, padahal dengan pemahaman yang tepat, risiko ini bisa dikelola atau dimitigasi. Banyak pengguna merasa terjebak karena mereka hanya fokus pada nominal pencairan di awal, tanpa memperhitungkan skenario terburuk jika sumber penghasilan mereka macet di tengah jalan. Artikel ini hadir sebagai panduan komprehensif, mengupas tuntas setiap lapisan aturan main yang diterapkan oleh AdaPundi terkait keterlambatan, sehingga kamu bisa memiliki kendali penuh atas keputusan finansialmu.

Edukasi mengenai biaya keterlambatan ini kami sajikan bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk membangun kesadaran (awareness) yang lebih baik sebagai seorang peminjam yang cerdas. Kita akan membedah regulasi terbaru, metode perhitungan yang transparan, hingga simulasi angka riil yang mungkin akan kamu hadapi. Dengan informasi yang akurat, kamu dapat menyusun strategi pembayaran yang efektif, menghindari jeratan bunga berbunga yang tidak perlu, dan menjaga reputasi kredit kamu tetap bersih di mata lembaga keuangan nasional. Mari kita mulai perjalanan ini dengan memahami aturan dasarnya terlebih dahulu.

Ketentuan Biaya Denda Keterlambatan AdaPundi

Setiap kesepakatan pinjam meminjam, baik konvensional maupun digital, pasti memiliki mekanisme sanksi untuk memastikan kepatuhan kedua belah pihak. Dalam konteks pinjaman online, ketentuan biaya denda keterlambatan AdaPundi diatur secara sistematis melalui algoritma aplikasi yang mengacu pada perjanjian elektronik (e-contract) yang kamu tandatangani digital saat pengajuan. Denda ini berfungsi sebagai kompensasi atas risiko dana macet yang ditanggung oleh pemberi pinjaman (lender) serta biaya operasional penagihan yang harus dikeluarkan oleh platform.

Penting untuk kamu pahami bahwa biaya denda AdaPundi tidak berdiri sendiri. Ia adalah komponen yang ditambahkan di atas bunga pokok dan biaya layanan. Seringkali, pengguna awam menyamakan antara bunga berjalan dengan denda, padahal keduanya memiliki fungsi berbeda. Bunga adalah biaya sewa atas uang yang kamu gunakan, sedangkan denda aplikasi AdaPundi adalah hukuman atas pelanggaran waktu yang disepakati. Ketika kamu terlambat, kedua komponen ini (bunga + denda) akan bekerja secara simultan, menciptakan beban ganda yang jika tidak segera ditangani, bisa membengkak dengan cepat.

Transparansi mengenai denda pinjaman AdaPundi sebenarnya telah diatur ketat oleh kode etik Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Tujuannya adalah melindungi konsumen dari praktik predatory lending atau pinjaman yang mencekik. Namun, sebagai pengguna, kamu wajib proaktif membaca rincian tagihan. Jangan sampai kamu baru menyadari besarnya denda keterlambatan AdaPundi ketika Debt Collector sudah mulai menghubungi. Pengetahuan adalah kekuatan, dan mengetahui rincian biaya ini memberimu kekuatan untuk bernegosiasi atau setidaknya memprioritaskan pos pengeluaran mana yang harus didahulukan.

Denda AdaPundi Berapa Persen?

Salah satu pertanyaan paling fundamental yang menentukan seberapa besar beban yang harus kamu tanggung adalah denda AdaPundi berapa persen? Angka persentase ini adalah variabel kunci dalam rumus perhitungan utangmu. Dalam industri fintech legal saat ini, terjadi banyak perubahan regulasi yang menguntungkan konsumen, di mana batas atas bunga dan denda terus diturunkan oleh OJK demi menjaga kesehatan ekosistem keuangan.

Jika kamu bertanya secara spesifik denda di AdaPundi berapa, platform ini umumnya menerapkan skema persentase harian yang cukup kompetitif namun tetap terasa berat jika dikalikan durasi yang lama. Secara umum, total biaya keterlambatan (gabungan antara bunga keterlambatan dan biaya denda murni) di AdaPundi berkisar di angka maksimal 0,3% hingga 0,4% per hari dari pokok pinjaman yang tertunggak. Angka ini adalah batas maksimal (cap) yang ditetapkan untuk pinjaman produktif maupun multiguna di sektor P2P lending.

Jadi, untuk menjawab rasa penasaranmu tentang denda AdaPundi berapa, kamu tidak bisa hanya melihat satu angka statis. Persentase ini bisa saja lebih rendah tergantung pada profil risiko kamu (credit scoring) atau jenis produk pinjaman yang kamu ambil (misalnya cicilan barang vs pinjaman tunai). Namun, sebagai langkah antisipasi terburuk, selalu asumsikan kamu akan dikenakan tarif maksimal 0,4% per hari. Ini berarti setiap Rp 1 juta utang pokok, kamu “membuang” uang Rp 4.000 setiap harinya hanya untuk membayar sanksi, belum termasuk utang aslinya.

Sistem Denda AdaPundi Perhari atau Perbulan?

Kesalahpahaman mengenai durasi perhitungan sering menjadi penyebab utama keterkejutan peminjam saat melihat total tagihan. Apakah sistem denda AdaPundi perhari atau perbulan? Jawabannya tegas: Per Hari. Industri pinjaman online dirancang untuk perputaran dana yang sangat cepat (high velocity), sehingga mekanisme penaltinya pun dihitung secara harian. Ini sangat berbeda dengan denda kartu kredit atau pinjaman bank konvensional yang mungkin menerapkan biaya keterlambatan flat per bulan atau persentase bulanan.

Penerapan denda harian AdaPundi ini memiliki implikasi serius. Setiap matahari terbit, tagihanmu bertambah. Sistem ini tidak mengenal hari libur, tanggal merah, atau akhir pekan. Jika jatuh tempo hari Sabtu dan kamu baru bayar hari Senin, kamu sudah terkena hitungan telat 2 hari. Tidak ada toleransi “hari kerja” dalam sistem algoritma penagihan otomatis. Denda AdaPundi per hari akan terus terakumulasi secara otomatis di sistem backend mereka tepat setelah pergantian hari pukul 00:00 WIB.

Mengetahui bahwa sistemnya adalah denda AdaPundi perhari atau perbulan yang bersifat harian, seharusnya mengubah pola pikirmu dalam manajemen arus kas. Menunda pembayaran “hanya” 3-4 hari karena alasan “tanggung belum gajian” bisa merugikan secara finansial. Jika sistemnya bulanan, mungkin menunda 5 hari tidak mengubah nominal denda. Tapi dengan denda harian AdaPundi, waktu benar-benar adalah uang. Semakin cepat kamu menutup celah keterlambatan, semakin sedikit uang yang harus kamu relakan hilang untuk membayar denda.

Cara dan Hitungan Denda AdaPundi Berdasarkan Waktu

Setelah memahami persentasenya, mari kita masuk ke wilayah teknis: bagaimana melakukan simulasi mandiri terhadap tagihanmu. Menguasai hitungan denda AdaPundi adalah keahlian bertahan hidup (survival skill) bagi pengguna pinjol. Banyak kasus di mana peminjam merasa dicurangi karena tagihan tidak sesuai, padahal itu adalah hasil kalkulasi matematis yang sah. Atau sebaliknya, ada oknum penagih nakal yang melebih-lebihkan tagihan, dan kamu bisa membantahnya jika kamu tahu cara hitungnya.

Rumus dasar yang digunakan dalam cara dan hitungan denda AdaPundi umumnya adalah:

(Pokok Pinjaman x Persentase Denda Harian) + Biaya Keterlambatan Tetap (jika ada).

Namun, mayoritas fintech legal saat ini menyederhanakannya menjadi persentase all-in untuk memudahkan transparansi. Kita akan menggunakan skenario perhitungan waktu untuk melihat seberapa cepat utang ini berkembang biak.

Berapa Denda AdaPundi Telat Sehari?

Keterlambatan satu hari sering dianggap remeh. Mungkin kamu lupa, mungkin saldo ATM kurang sedikit, atau jaringan internet error. Namun, sistem tidak mau tahu alasan tersebut. Lantas, berapa denda AdaPundi telat sehari? Mari kita bedah dengan contoh konkret. Anggaplah kamu memiliki pinjaman pokok sisa Rp 2.000.000.

Jika asumsi denda maksimal 0,4% per hari berlaku, maka:

Rp 2.000.000 x 0,4% = Rp 8.000.

Jadi, denda AdaPundi telat 1 hari adalah Rp 8.000.

Mungkin kamu berpikir, “Ah, cuma 8 ribu perak, harga parkir mall saja lebih mahal.” Pemikiran ini berbahaya. Nominal kecil ini adalah pemicu. Biasanya, selain persentase, ada beberapa produk yang menerapkan biaya admin keterlambatan flat di hari pertama, misal Rp 20.000. Jika komponen ini ada, maka berapa denda AdaPundi telat sehari bisa melonjak jadi Rp 28.000 dalam sekejap. Meskipun mayoritas kini hanya menggunakan persentase, kamu harus tetap waspada. Keterlambatan satu hari juga memicu notifikasi otomatis ke kontak darurat dalam beberapa kasus, yang menimbulkan kerugian sosial selain kerugian materiil.

Estimasi Denda AdaPundi Telat 1 Bulan

Masalah sesungguhnya terjadi ketika hari berganti minggu, dan minggu berganti bulan. Estimasi denda AdaPundi telat 1 bulan bisa membuat siapa pun yang melihatnya pusing tujuh keliling. Pada titik ini, bukan hanya denda yang menjadi masalah, tetapi status kolektibilitas kreditmu di mata negara.

Mari kita hitung denda AdaPundi 1 bulan dengan pokok pinjaman yang sama (Rp 2.000.000):

30 hari x 0,4% = 12%.

12% x Rp 2.000.000 = Rp 240.000.

Total yang harus dibayar: Rp 2.240.000 (belum termasuk bunga pinjaman asli).

Kelihatannya “hanya” nambah 240 ribu. Namun, bayangkan jika pokok pinjamanmu Rp 10.000.000. Maka denda AdaPundi 1 bulan sudah mencapai Rp 1.200.000. Itu setara dengan UMR di beberapa daerah hanya untuk bayar denda!

Selain itu, ketika masuk fase 1 bulan (30 hari keterlambatan), penagihan biasanya beralih dari Desk Collection (telepon/WA) ke Field Collection (kunjungan lapangan) di beberapa area. Risiko reputasi menjadi taruhannya.

Simulasi Denda AdaPundi Lengkap

Untuk memberikan gambaran yang lebih jernih dan memudahkanmu dalam mengantisipasi risiko, berikut kami sajikan simulasi denda AdaPundi dalam bentuk tabel yang komprehensif. Tabel ini menghitung estimasi denda berdasarkan berbagai nominal pinjaman dan durasi waktu keterlambatan.

Tabel ini menggunakan asumsi tarif denda regulasi maksimal 0,4% per hari (termasuk bunga denda). Harap diingat bahwa angka real di aplikasi bisa sedikit berbeda tergantung pada promosi, skor kredit, atau perubahan kebijakan internal AdaPundi, namun ini adalah patokan terdekat untuk perencanaan keuanganmu.

Tabel Simulasi Estimasi Akumulasi Denda

No Jumlah Pokok Pinjaman Estimasi Denda Harian (0,4%) Akumulasi Telat 7 Hari (1 Minggu) Akumulasi Telat 14 Hari (2 Minggu) Akumulasi Telat 30 Hari (1 Bulan) Estimasi Total Tagihan (Pokok + Denda 30 Hari)*
1 Rp 500.000 Rp 2.000 Rp 14.000 Rp 28.000 Rp 60.000 Rp 560.000
2 Rp 1.000.000 Rp 4.000 Rp 28.000 Rp 56.000 Rp 120.000 Rp 1.120.000
3 Rp 1.500.000 Rp 6.000 Rp 42.000 Rp 84.000 Rp 180.000 Rp 1.680.000
4 Rp 2.000.000 Rp 8.000 Rp 56.000 Rp 112.000 Rp 240.000 Rp 2.240.000
5 Rp 2.500.000 Rp 10.000 Rp 70.000 Rp 140.000 Rp 300.000 Rp 2.800.000
6 Rp 3.000.000 Rp 12.000 Rp 84.000 Rp 168.000 Rp 360.000 Rp 3.360.000
7 Rp 4.000.000 Rp 16.000 Rp 112.000 Rp 224.000 Rp 480.000 Rp 4.480.000
8 Rp 5.000.000 Rp 20.000 Rp 140.000 Rp 280.000 Rp 600.000 Rp 5.600.000
9 Rp 7.500.000 Rp 30.000 Rp 210.000 Rp 420.000 Rp 900.000 Rp 8.400.000
10 Rp 10.000.000 Rp 40.000 Rp 280.000 Rp 560.000 Rp 1.200.000 Rp 11.200.000
11 Rp 15.000.000 Rp 60.000 Rp 420.000 Rp 840.000 Rp 1.800.000 Rp 16.800.000
12 Rp 20.000.000 Rp 80.000 Rp 560.000 Rp 1.120.000 Rp 2.400.000 Rp 22.400.000

*Catatan Penting: Kolom “Estimasi Total Tagihan” di atas hanya menjumlahkan Pokok + Denda Keterlambatan. Angka tersebut BELUM termasuk bunga pinjaman asli (bunga tenor) yang sudah berjalan sejak awal pinjaman. Jadi, tagihan aslimu di aplikasi pasti lebih besar dari angka simulasi ini.

Dari simulasi denda AdaPundi di atas, terlihat jelas efek bola salju. Perhatikan baris nomor 10. Jika kamu meminjam Rp 10 juta dan telat sebulan, uang Rp 1,2 juta hilang begitu saja. Uang tersebut sebenarnya bisa digunakan untuk cicilan motor atau kebutuhan dapur sebulan penuh. Inilah mengapa disiplin pembayaran sangat krusial.

Tips Keringanan dan Penghapusan Denda AdaPundi

Berada dalam situasi gagal bayar (galbay) bukanlah akhir dari segalanya, meskipun rasanya sangat berat. Keadaan force majeure seperti kehilangan pekerjaan mendadak, sakit keras, atau musibah lain bisa menimpa siapa saja. Kabar baiknya, AdaPundi sebagai perusahaan legal memiliki mekanisme Dispute Resolution yang memungkinkan adanya restrukturisasi kredit.

Kamu bisa mengupayakan keringanan bahkan penghapusan denda AdaPundi jika kamu tahu caranya. Kunci utamanya adalah komunikasi dan itikad baik. Jangan menghilang. Menghilang hanya akan membuat denda makin menumpuk dan penagihan makin intens. Berikut adalah langkah-langkah detail dan strategis yang bisa kamu tempuh, kami uraikan dalam poin-poin mendalam agar kamu bisa memahaminya langkah demi langkah.

Hubungi Layanan Pelanggan Secara Proaktif

Langkah pertama yang wajib kamu lakukan sebelum jatuh tempo atau segera setelah terlambat adalah menghubungi kanal resmi AdaPundi. Jangan menunggu ditelepon. Inisiatif kamu untuk menelepon duluan menunjukkan itikad baik (goodwill) yang sangat dihargai dalam dunia kredit. Sampaikan kondisi kamu apa adanya. Kamu bisa berkata, “Halo, saya [Nama], pemilik akun [Nomor HP]. Saya ingin menginformasikan bahwa saya mengalami kendala keuangan bulan ini karena [Alasan Valid]. Saya berniat membayar, namun mohon diberikan kelonggaran waktu.” Percakapan ini akan tercatat di sistem mereka dan bisa menghindarkan kamu dari penagihan kasar di awal.

Siapkan Bukti Valid Untuk Pengajuan Keringanan

Permohonan lisan saja tidak cukup kuat untuk mendapatkan persetujuan manajemen terkait penghapusan denda AdaPundi. Kamu harus bertindak layaknya profesional. Siapkan dokumen pendukung. Jika kamu di-PHK, lampirkan surat paklaring atau surat pemberhentian kerja. Jika kamu sakit, lampirkan surat rawat inap atau diagnosa dokter. Jika usahamu bangkrut, lampirkan foto kondisi usaha atau pembukuan terakhir. Kirimkan bukti-bukti ini melalui email resmi CS AdaPundi. Dokumen fisik ini adalah “senjata” negosiasi yang membuat alasanmu tidak terbantahkan. Tanpa bukti, kamu hanya dianggap mencari alasan klasik untuk menunda bayar.

Teknik Negosiasi Pelunasan Pokok

Ini adalah strategi pamungkas yang sering berhasil dilakukan oleh nasabah yang sudah telat cukup lama (biasanya di atas 1-2 bulan). Tawarkan skema One Time Settlement (OTS) atau pelunasan sekali bayar dengan syarat penghapusan bunga dan denda. Sampaikan pada penagih, “Bapak/Ibu, saat ini saya sudah mengumpulkan dana sebesar pokok pinjaman saya yaitu Rp 2.000.000. Saya sanggup melunasi hari ini juga detik ini juga, asalkan denda dan bunganya dihapus sehingga status lunas. Jika harus bayar dendanya, saya belum ada uangnya dan mungkin masih lama bayarnya.”

Biasanya, pihak collection akan berkonsultasi dengan atasan. Perusahaan seringkali lebih memilih uang pokok kembali 100% hari ini daripada mengejar denda yang tidak pasti kapan dibayarnya. Pastikan kesepakatan ini tertulis (lewat email atau chat WA resmi) sebelum kamu transfer.

Hindari Joki Galbay atau Jasa Hapus Data

Di tengah kepanikan menghadapi denda AdaPundi, algoritma media sosialmu mungkin akan menawarkan iklan “Jasa Joki Galbay” atau “Jasa Hapus Data Pinjol”. Mohon perhatikan ini baik-baik: Itu semua adalah penipuan. Tidak ada orang luar yang bisa mengakses server database AdaPundi yang dijaga ketat dengan enkripsi tingkat tinggi untuk menghapus utangmu. Menggunakan jasa ini hanya akan membuatmu rugi dua kali: uangmu hilang ditipu joki, dan data pribadimu (KTP, foto selfie) dicuri untuk mengajukan pinjaman di aplikasi lain atas namamu. Solusi terbaik selalu datang dari negosiasi langsung dengan pihak aplikasi, bukan pihak ketiga ilegal.

Manfaatkan Program Potongan Denda Akhir Tahun/Hari Raya

AdaPundi, seperti bisnis lainnya, memiliki target tahunan atau kuartalan. Pada momen-momen tertentu, seperti menjelang Lebaran, Natal, atau tutup buku akhir tahun, mereka sering mengadakan program “Amnesti” atau pemutihan denda untuk membersihkan pembukuan mereka dari kredit macet (Non-Performing Loan). Jika kamu sudah telat lama, rajinlah mengecek notifikasi SMS, WhatsApp, atau email dari mereka. Seringkali ada tawaran: “Cukup bayar pokok + 50% denda, lunas!” atau bahkan “Bayar Pokok Saja!”. Jika tawaran ini muncul, segera ambil kesempatan tersebut karena biasanya berbatas waktu.

FAQ

Untuk melengkapi pemahamanmu, berikut adalah rangkuman pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh pengguna terkait seluk-beluk denda AdaPundi dan risiko ikutannya.

Apakah jika saya telat bayar, DC AdaPundi akan datang ke rumah?

AdaPundi memiliki dua metode penagihan: Desk Collection (jarak jauh via telepon/pesan) dan Field Collection (kunjungan lapangan). Kunjungan lapangan adalah opsi terakhir yang biasanya dilakukan jika nasabah sulit dihubungi, nomor tidak aktif, dan nominal pinjaman cukup besar serta keterlambatan sudah melebihi batas waktu tertentu (biasanya di atas 30-90 hari). Namun, perlu diingat bahwa wilayah operasional DC lapangan biasanya terbatas di kota-kota besar (Jabodetabek dan sekitarnya). Di luar itu, penagihan lebih intensif melalui telepon.

Apakah denda AdaPundi akan terus bertambah sampai tak terhingga?

Tidak. OJK telah menetapkan aturan perlindungan konsumen yang tegas. Total akumulasi denda, biaya layanan, dan bunga keterlambatan tidak boleh melebihi 100% dari nilai pokok pinjaman. Contoh: Kamu pinjam Rp 1 juta. Maka maksimal total utangmu mentok di Rp 2 juta (Rp 1 juta pokok + Rp 1 juta biaya/denda). Setelah mencapai angka itu, denda akan berhenti berjalan (stop accrual), meskipun utangmu tetap tercatat belum lunas.

Bagaimana cara cek sisa denda dan total tagihan saya?

Cara paling akurat adalah melalui aplikasi AdaPundi langsung. Masuk ke menu “Tagihan Saya” atau “Pembayaran”. Di sana akan dirinci berapa pokok, berapa bunga tenor, dan berapa denda keterlambatan yang sudah berjalan. Hindari menanyakan total tagihan ke nomor WA pribadi penagih yang tidak dikenal untuk menghindari manipulasi nominal. Selalu berpatokan pada angka di aplikasi resmi.

Apakah telat bayar AdaPundi mempengaruhi BI Checking (SLIK OJK)?

Sangat berpengaruh. AdaPundi adalah platform P2P Lending legal yang wajib melaporkan data debiturnya ke Fintech Data Center (FDC) dan terintegrasi dengan SLIK OJK. Keterlambatan pembayaran akan menurunkan skor kolektibilitas kreditmu (Kol 2: Dalam Perhatian Khusus, hingga Kol 5: Macet). Skor kredit yang buruk akan membuatmu otomatis ditolak saat mengajukan KPR rumah, kredit motor, atau pinjaman bank (KUR) di masa depan.

Bisakah saya membayar denda sebagian dulu?

Sistem Virtual Account (VA) biasanya di-set untuk menerima pembayaran full atau jumlah minimum tertentu. Namun, dalam proses restrukturisasi yang disepakati dengan CS, terkadang dibuka fitur pembayaran parsial (cicil). Jangan pernah mentransfer uang secara parsial ke rekening pribadi siapapun yang mengaku petugas. Pembayaran harus selalu ke VA atas nama perusahaan atau atas nama kamu sendiri di aplikasi.

Menghadapi denda AdaPundi memang membutuhkan ketenangan dan strategi. Kunci utamanya adalah jangan lari dari masalah. Hadapi, komunikasikan, dan cari solusi pelunasan terbaik. Semoga artikel ini memberikan pencerahan dan membantu kamu mengelola keuangan dengan lebih bijak ke depannya. Ingat, kesehatan finansial adalah perjalanan panjang, dan satu kesalahan langkah bisa diperbaiki asalkan ada kemauan yang kuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *