Apa Itu Gestun? Kenali Bahaya, Modus, dan Solusi Amannya
Fenomena transaksi keuangan di Indonesia terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi digital yang semakin masif pada tahun 2025 dan 2026 ini. Bank Indonesia mencatat peningkatan volume transaksi kartu kredit dan layanan Buy Now Pay Later (BNPL) yang sangat signifikan setiap tahunnya, menandakan pergeseran perilaku masyarakat menuju cashless society. Namun, di balik kemudahan akses kredit tersebut, terdapat praktik bayangan yang sebenarnya dilarang namun tetap menjamur di kalangan masyarakat yang membutuhkan dana tunai instan. Praktik ini dikenal luas sebagai gesek tunai. Pemahaman mendalam mengenai apa itu gestun menjadi krusial karena aktivitas ini menyangkut keamanan data finansial dan kesehatan ekonomi pribadi kamu dalam jangka panjang. Banyak orang tergiur karena kemudahannya tanpa menyadari bahwa tindakan ini melanggar ketentuan Bank Indonesia dan membawa risiko fatal.
Apa Itu Gestun? Definisi dan Pemahaman Dasar
Membahas dunia keuangan informal tidak akan lengkap tanpa mengupas tuntas apa itu gestun. Secara sederhana, apa itu gestun merujuk pada tindakan mencairkan limit kartu kredit atau limit pinjaman online (paylater) menjadi uang tunai melalui transaksi pembelian fiktif. Padahal, fungsi utama dari kartu kredit dan paylater adalah sebagai alat pembayaran untuk barang atau jasa, bukan sebagai alat untuk menarik uang tunai secara langsung di mesin EDC merchant biasa. Bank Indonesia (BI) sebenarnya telah melarang praktik ini melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.11/11/PBI/2009. Meskipun ilegal secara regulasi perbankan, praktik ini tetap ada karena adanya simbiosis mutualisme antara pemilik kartu yang butuh uang tunai dan pemilik merchant yang ingin mendapatkan keuntungan dari biaya layanan atau fee.
Penjelasan Lengkap: Gestun Artinya Apa?
Untuk memahami lebih dalam, kita harus membedah istilah ini secara linguistik dan praktis. Gestun artinya adalah singkatan dari dua kata, yaitu “Gesek” dan “Tunai”. Istilah ini muncul dari perilaku fisik menggesek kartu kredit di mesin Electronic Data Capture (EDC) yang ada di toko-toko. Dalam konteks normal, saat kamu menggesek kartu, kamu akan membawa pulang barang. Namun dalam konteks ini, gestun artinya kamu melakukan manipulasi transaksi seolah-olah berbelanja, tetapi yang kamu bawa pulang adalah uang tunai.
Penting untuk kamu ingat bahwa gestun artinya sebuah tindakan manipulasi sistem. Bank penerbit kartu kredit akan merekam transaksi tersebut sebagai transaksi ritel (belanja), bukan sebagai transaksi tarik tunai (cash advance). Ini adalah perbedaan mendasar yang membuat gestun diminati. Jika kamu melakukan tarik tunai resmi di ATM menggunakan kartu kredit, kamu akan dikenakan bunga yang tinggi dan biaya administrasi yang besar. Sebaliknya, karena sistem bank membacanya sebagai transaksi belanja, bunga yang dikenakan adalah bunga ritel biasa, yang seringkali lebih rendah atau bahkan bisa diubah menjadi cicilan 0% jika ada promo.
Contoh Gestun Adalah: Ilustrasi Transaksi di Merchant
Agar kamu mendapatkan gambaran yang lebih konkret, mari kita lihat simulasi transaksinya. Contoh gestun adalah ketika kamu pergi ke sebuah toko elektronik yang menyediakan layanan ini secara diam-diam. Kamu mengatakan kepada pemilik toko bahwa kamu ingin mencairkan limit kartu kredit sebesar Rp5.000.000. Pemilik toko kemudian akan melakukan transaksi di mesin EDC senilai Rp5.000.000 atau sedikit lebih lebih (ditambah fee), seolah-olah kamu membeli sebuah televisi LED.
Dalam skenario ini, contoh gestun adalah struk transaksi yang keluar akan tertulis “Pembelian Elektronik”. Namun, kamu tidak membawa pulang televisi tersebut. Sebagai gantinya, pemilik toko akan mentransfer uang tunai ke rekening pribadi kamu atau memberikan uang cash tersebut setelah dipotong biaya jasa, biasanya sekitar 2% hingga 3%. Jadi, uang yang kamu terima mungkin sekitar Rp4.850.000. Di mata bank, kamu baru saja membeli TV, padahal contoh gestun adalah kamu baru saja mengubah limit kreditmu menjadi uang tunai untuk keperluan lain.
Mengapa Banyak Orang Mencari Jasa Gestun?
Fenomena ini tidak muncul tanpa alasan yang kuat dari sisi permintaan pasar. Banyak orang mencari jasa gestun karena faktor desakan ekonomi dan keinginan untuk menghindari biaya tinggi dari bank. Alasan utamanya adalah limit penarikan. Jika kamu menarik uang tunai secara resmi di ATM menggunakan kartu kredit, bank biasanya hanya mengizinkan penarikan sebesar 40% hingga 60% dari total limit kartu kreditmu. Sedangkan melalui jasa gestun, kamu bisa mencairkan hampir 100% dari limit yang tersedia.
Selain itu, orang memilih jasa gestun karena bunga yang lebih rendah. Bunga tarik tunai resmi di ATM langsung dihitung sejak hari pertama penarikan dengan persentase yang cukup tinggi (sekitar 2,25% per bulan atau lebih dan terus berjalan). Sementara itu, hasil dari gestun dianggap sebagai transaksi belanja, sehingga kamu masih memiliki waktu tenggang (grace period) bebas bunga sekitar 20 hingga 45 hari sebelum jatuh tempo tagihan. Faktor “biaya murah” inilah yang membuat penyedia layanan gestun tetap laris manis meskipun risikonya mengintai.
Jenis-Jenis Layanan Gestun yang Populer
Seiring berjalannya waktu, metode pencairan dana ini berevolusi mengikuti teknologi. Jika dulu orang harus datang ke toko fisik, sekarang metodenya sudah merambah ke dunia maya. Memahami jenis-jenisnya akan membantu kamu mengidentifikasi apa itu gestun dalam berbagai bentuk, sehingga kamu bisa lebih waspada atau memahami mekanismenya.
Mengenal Gestun Kartu Kredit atau Gestun CC
Bentuk yang paling klasik dan paling lama beroperasi adalah gestun kartu kredit atau sering juga disebut gestun cc. Metode ini menggunakan kartu fisik yang diterbitkan oleh bank (Visa, Mastercard, JCB, dll). Prosesnya seperti yang dijelaskan sebelumnya, dilakukan di toko-toko offline seperti toko emas, toko elektronik, atau toko pakaian yang memiliki mesin EDC. Pengguna gestun kartu kredit biasanya adalah nasabah perbankan yang sudah memiliki riwayat kredit dan memegang kartu fisik.
Dalam praktik gestun cc, pemilik kartu harus hadir secara fisik atau memberikan data kartu mereka kepada joki (yang sangat berbahaya). Keuntungan semu dari gestun cc adalah pengguna bisa memanfaatkan fitur “ubah ke cicilan” yang disediakan oleh aplikasi mobile banking. Setelah transaksi “palsu” terjadi di toko, pengguna bisa membuka aplikasi bank mereka dan mengubah transaksi “belanja” tersebut menjadi cicilan tetap 3, 6, atau 12 bulan dengan bunga ringan. Inilah daya tarik utama gestun kartu kredit dibandingkan pinjaman konvensional.
Apa Itu Gestun Paylater? Tren Baru Pencairan Limit
Generasi digital kini lebih akrab dengan layanan Buy Now Pay Later (BNPL). Lantas, apa itu gestun paylater? Ini adalah evolusi modern dari praktik gesek tunai yang menyasar limit pinjaman online di aplikasi e-commerce atau e-wallet seperti ShopeePayLater, GoPayLater, Kredivo, atau Akulaku. Karena banyak pengguna (terutama Gen Z) tidak memiliki kartu kredit fisik namun memiliki limit paylater yang besar, muncullah permintaan untuk mencairkan limit tersebut.
Mengetahui apa itu gestun paylater sangat penting karena modusnya seringkali melibatkan transaksi fiktif di marketplace. Kamu seolah-olah membeli barang “digital” atau barang fisik dari toko online tertentu yang sebenarnya dikelola oleh penyedia jasa gestun. Apa itu gestun paylater juga sering disebut sebagai “gestun online”. Barangnya tidak pernah dikirim (atau dikirim amplop kosong sebagai formalitas resi), namun saldo paylater kamu terpotong dan uang tunai ditransfer ke rekeningmu. Biaya administrasinya biasanya jauh lebih mahal dibanding kartu kredit, bisa mencapai 5% hingga 10% per transaksi karena melibatkan potongan dari pihak marketplace.
Perbedaan Gestun Offline dan Gestun Online
Perbedaan mendasar antara metode konvensional dan modern ini terletak pada kehadiran fisik dan medianya. Gestun Online menawarkan kepraktisan tingkat tinggi. Kamu tidak perlu keluar rumah, cukup bermodalkan smartphone dan koneksi internet. Proses Gestun Online biasanya dilakukan melalui komunikasi WhatsApp dengan penyedia jasa, kemudian melakukan checkout barang di link e-commerce yang mereka berikan.
Namun, risiko penipuan pada Gestun Online jauh lebih tinggi. Kamu tidak pernah bertemu dengan penyedia jasa. Banyak kasus di mana pengguna sudah melakukan checkout dan limit terpotong, namun uang tunai tidak pernah ditransfer oleh penyedia jasa tersebut. Sebaliknya, gestun offline mengharuskan tatap muka, sehingga risiko uang tidak cair lebih kecil, namun risiko keamanan data (skimming kartu di mesin EDC yang dimodifikasi) tetap ada. Baik Gestun Online maupun offline sama-sama melanggar syarat dan ketentuan penggunaan layanan keuangan.
Mekanisme dan Cara Menggunakan Layanan
Bagian ini ditulis sebagai edukasi agar kamu memahami bagaimana modus operandi ini berjalan, bukan sebagai anjuran untuk melakukannya. Mengetahui cara gestun bekerja dapat membuka mata kamu tentang celah keamanan yang mungkin dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab jika data kamu bocor.
Cara Gestun yang Umum Dilakukan Masyarakat
Secara umum, cara gestun memiliki pola yang baku. Langkah pertama adalah menemukan penyedia jasa. Setelah kesepakatan mengenai fee (biaya jasa) tercapai, proses transaksi dimulai. Untuk gestun offline, cara gestun dilakukan dengan menggesek kartu di mesin EDC. Pemilik toko akan menginput nominal sesuai kesepakatan.
Sedangkan untuk metode online, cara gestun sedikit lebih rumit. Kamu akan diminta mengunjungi toko online milik penyedia jasa. Di sana, biasanya terpajang produk-produk dummy seperti “Voucher Konsultasi”, “Jasa Desain”, atau barang fisik namun dengan deskripsi khusus. Kamu melakukan pembelian seperti biasa menggunakan metode pembayaran Paylater atau Kartu Kredit. Setelah pembayaran terkonfirmasi sukses oleh sistem marketplace, kamu harus menekan tombol “Pesanan Diterima” lebih cepat dari seharusnya (biasanya setelah penyedia jasa mengirimkan bukti resi pancingan). Setelah status pesanan selesai, dana akan masuk ke saldo penjual, dan penjual akan mentransfer dana tersebut ke rekening pribadi kamu setelah dipotong komisi.
Proses Transaksi di Jasa Gestun Kartu Kredit
Spesifik untuk jasa gestun kartu kredit, prosesnya melibatkan verifikasi identitas yang ketat oleh penyedia jasa yang “profesional” (meskipun ilegal) untuk menghindari penggunaan kartu curian. Saat kamu datang ke lokasi jasa gestun kartu kredit, mereka akan mencocokkan nama di kartu dengan KTP kamu. Ini dilakukan agar pemilik toko tidak terkena chargeback atau klaim penipuan dari bank di kemudian hari.
Setelah verifikasi, kartu digesek. Struk keluar dua lembar, satu untuk toko dan satu untuk kamu. Di jasa gestun kartu kredit, uang tunai biasanya langsung diserahkan di tempat saat itu juga, atau ditransfer via Real-Time Online (RTO) ke rekening yang namanya SAMA dengan nama di kartu kredit. Penyedia jasa yang berhati-hati tidak akan mau mentransfer ke rekening orang lain untuk menghindari indikasi pencucian uang atau pembobolan kartu kredit orang lain.
Tips Memilih Tempat Gestun yang Terpercaya
Meskipun aktivitas ini berisiko, banyak orang tetap mencari informasi mengenai tempat gestun. Jika berbicara dari sudut pandang pengguna yang “terpaksa”, mereka biasanya mencari tempat gestun yang memiliki toko fisik yang jelas dan sudah beroperasi lama. Toko emas sering menjadi sasaran utama karena kewajaran transaksi nilai besar di toko emas tidak mudah dicurigai oleh bank.
Selain itu, reputasi tempat gestun biasanya menyebar dari mulut ke mulut. Dalam ranah online, indikator “terpercaya” (dalam tanda kutip) dilihat dari testimoni real di kolom komentar produk pancingan tersebut. Namun, kamu harus sangat berhati-hati karena banyak testimoni palsu. Tempat gestun yang aman bagi pelakunya biasanya tidak mengiklankan diri secara vulgar di media sosial terbuka untuk menghindari pemblokiran oleh platform atau pantauan regulator. Sekali lagi ditekankan, tidak ada tempat yang benar-benar 100% aman dalam aktivitas ilegal, risiko pemblokiran limit sepihak oleh bank selalu mengintai di semua tempat gestun.
Kewajiban Pengguna dan Risiko Keuangan
Banyak miskonsepsi bahwa gestun adalah uang kaget atau uang gratis. Padahal, ini adalah utang. Memahami apa itu gestun berarti juga harus memahami konsekuensi finansial di belakangnya.
Apakah Gestun Harus Dibayar? (Penjelasan Mengenai Tagihan)
Pertanyaan mendasar yang sering muncul dari pemula adalah, apakah gestun harus dibayar? Jawabannya adalah mutlak: YA. Gestun hanyalah metode pencairan, bukan penghapusan kewajiban. Ketika kamu melakukan gestun, bank atau penyedia paylater telah membayarkan uang tersebut ke merchant (penyedia gestun). Sekarang, utang tersebut berpindah menjadi kewajibanmu kepada bank.
Jadi, apakah gestun harus dibayar beserta bunganya? Tentu saja. Tagihan akan datang pada bulan berikutnya sesuai dengan tanggal cetak tagihan kartu kredit atau paylater kamu. Jika kamu tidak membayar, kamu akan terkena denda keterlambatan, bunga berbunga, dan yang paling parah adalah namamu akan masuk daftar hitam (blacklist) di SLIK OJK (dulu BI Checking). Mengetahui fakta bahwa apakah gestun harus dibayar adalah hal wajib dapat mencegahmu dari perilaku gali lubang tutup lubang yang merusak masa depan finansial.
Risiko Menggunakan Jasa Pencairan Limit Ilegal
Selain kewajiban membayar, terdapat risiko besar saat kamu menggunakan jasa gestun. Salah satunya adalah penyalahgunaan data. Saat kamu menyerahkan kartu kredit atau data login paylater ke orang lain, kamu membuka pintu untuk pencurian identitas. Gestun cc di tempat sembarangan bisa berujung pada data kartu yang disalin (skimming) dan digunakan untuk transaksi lain yang tidak kamu lakukan.
Risiko lainnya adalah pemblokiran permanen. Bank memiliki sistem Fraud Detection System yang semakin canggih. Jika bank mendeteksi pola transaksi yang tidak wajar—misalnya kartu baru aktif langsung digesek habis limitnya di satu toko, atau transaksi besar di toko kelontong kecil—bank akan mencurigai itu sebagai gestun. Akibatnya, kartu kreditmu bisa diblokir sepihak dan kamu diminta melunasi seluruh tagihan saat itu juga. Bagi pengguna Gestun Online, akun e-commerce dan paylater kamu bisa dibekukan (suspend) selamanya karena terdeteksi melakukan transaksi fiktif (fake order).
FAQ
Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan terkait apa itu gestun dan seluk-beluknya:
1. Apakah gestun itu legal di Indonesia?
Tidak. Bank Indonesia melarang praktik gesek tunai (gestun) karena dianggap memfasilitasi kredit macet dan penyalahgunaan fungsi alat pembayaran.
2. Apa bedanya gestun dengan tarik tunai di ATM?
Tarik tunai di ATM adalah fitur resmi bank dengan biaya dan bunga yang lebih tinggi. Gestun adalah manipulasi transaksi belanja di merchant untuk mendapatkan uang tunai dengan biaya lebih rendah, namun ilegal.
3. Mengapa fee gestun berbeda-beda?
Besaran fee tergantung pada kebijakan penyedia jasa dan jenis kartu/paylater yang digunakan. Biasanya berkisar antara 2% hingga 10%. Gestun online biasanya lebih mahal daripada offline.
4. Apakah aman melakukan gestun online?
Sangat berisiko. Potensi penipuan (uang tidak ditransfer) sangat besar karena kamu tidak bertemu langsung dengan penyedia jasa.
5. Bagaimana jika ketahuan bank melakukan gestun?
Bank berhak memblokir kartu kredit atau akun paylater kamu secara permanen dan menagih seluruh sisa utang seketika.
Kesimpulan
Setelah membaca ulasan mendalam di atas, kini kamu sudah memahami sepenuhnya apa itu gestun. Praktik ini memang menawarkan jalan pintas bagi kamu yang sedang membutuhkan dana segar secara mendesak dengan biaya yang tampak lebih murah dibandingkan jalur resmi. Mulai dari pemahaman gestun artinya manipulasi transaksi, hingga mengetahui berbagai modus seperti gestun cc dan gestun online, semuanya menunjukkan bahwa ini adalah aktivitas berisiko tinggi di zona abu-abu.
Meskipun cara gestun terlihat mudah dan tempat gestun semakin mudah ditemukan di sekitar kita atau di internet, bahaya yang mengintai tidak sebanding dengan manfaat sesaatnya. Risiko penipuan, pencurian data, hingga rusaknya skor kredit di SLIK OJK adalah ancaman nyata. Ingatlah kembali pertanyaan apakah gestun harus dibayar? Jawabannya ya, dan beban utang tersebut bisa menjadi bola salju jika tidak dikelola dengan bijak.
Sebagai solusi aman, jika kamu membutuhkan dana tunai, lebih baik manfaatkan fitur pinjaman resmi yang disediakan oleh bank (seperti KTA atau fasilitas loan on card yang legal) atau lembaga keuangan yang terdaftar di OJK. Hindari menggunakan jasa gestun kartu kredit atau apa itu gestun paylater sebagai solusi keuangan jangka panjang. Jadilah nasabah yang cerdas dengan menggunakan produk keuangan sesuai dengan fungsinya. Memahami apa itu gestun bukan untuk melakukannya, tetapi untuk menghindarinya demi keamanan finansialmu sendiri di masa depan. Gunakanlah limit kreditmu dengan bijak untuk kebutuhan produktif atau konsumtif yang terukur, bukan untuk dicairkan menjadi uang tunai melalui cara-cara yang melanggar aturan.







